Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Momen saat Rakyat Balik Melawan Pejabat Bikin Repot Pangeran Diponegoro

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 06 Juni 2022 |05:27 WIB
Momen saat Rakyat Balik Melawan Pejabat Bikin Repot Pangeran Diponegoro
Pangeran Diponegoro
A
A
A

PERJUANGAN Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajahan Belanda tak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya perjuangan itu berbalik menyulitkannya. Suatu ketika hal itu pernah dialami Pangeran Diponegoro yang berbalik dilawan oleh rakyat yang seharusnya mengikuti perjuangan gerilyanya.

Langkah ini diawali ketika Belanda berhasil merampas sebagian arsip pemerintahan Pangeran Diponegoro dalam serangan mereka ke pantai selatan. Hal ini sebagaimana dikisahkan pada buku "Takdir : Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 - 1855" dari Peter Carey, saat itu Ngabehi paman Pangeran menulis surat ke Sentot memberitahu dia bahwa salah satu pejabat pajaknya telah dihukum cambuk di muka umum karena memungut pajak lebih banyak dari ketentuan.

Pada saat yang sama, suplai makanan emakin menipis. Pejabat-pejabat lokal yang semula mendukung Pangeran Diponegoro, sekarang berbalik menentangnya. Banyak yang mengungsi ke wilayah yang berada di bawah kendali benteng Belanda, karena dirasa lebih terjamin dan kesempatan ekonomi lebih baik.

Berikutnya saat masa terakhir perang, bahkan ada kasus-kasus saat warga di daerah kekuasaan berbalik melawan pejabat-pejabat culas pendukung Pangeran Diponegoro dan menghabisi mereka karena begitu besar hasrat penduduk akan perdamaian. Kebijakan para komandan benteng Belanda barangkali ikut berpengaruh. Mereka berhasil merebut hati penduduk setempat dengan menjanjikan pemberian bajak gratis, hewan penghela, dan benih gratis jika mereka mau pindah ke wilayah Belanda.

Termasuk kebijakan Belanda juga adalah menurunkan pajak, mengurangi kewajiban kerja bakti dan menaikkan upah buruh harian di sekitar benteng untuk mendorong para petani dan keluarga mereka tetap betah tinggal di dekat benteng.

Hasilnya akhir September 1829 di tahun keempat perang, perlawanan terorganisasi terhadap Belanda di daerah-daerah yang subur pangan di Jawa tengah bagian selatan berakhir. Ikatan rasa saling percaya dan kerja sama antara pasukan Diponegoro dan penduduk desa setempat sudah rusak.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement