SERPONG - Keributan terjadi antara dua terapis pijat di Ruko Golden Boulevard (RGB), Jalan Pahlawan Seribu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). Keduanya terlibat baku hantam hingga saling jambak dan cakar di mes tempat mereka bekerja.
Kedua terapis itu berinisial RF dan IS. Mereka sama-sama bekerja di sebuah panti pijat. Akibat pergumulan, IS mengalami luka sobek di bagian atas wajahnya. Kasus perkelahian itu pun berlanjut ke kantor polisi.
Menurut RF, keributan itu terjadi saat keduanya selesai bekerja pada Senin 6 Juni 2022 dinihari, sekira pukul 01.30 WIB. RF terlibat cekcok dengan IS sesaat setelah dia mematikan lampu ruangan istirahat.
Baca juga: Polisi Tangkap 2 Orang yang Terlibat Perkelahian di Luar Mal, Penyebab Keributan Belum Diketahui
"Waktu itu di mes ada 8 orang, tapi udah pada tidur sebagian, yang masih bangun ada 4 orang termasuk saya dan dia (IS). Karena saya mau tidur, terus saya matiin lampunya. Terus ternyata dia ngoceh-ngoceh, saya nggak tahu kalau dia lagi ngaca," tutur RF di Mapolsek Serpong, Selasa (7/6/2022) .
Baca juga: Keributan di Lapas Sukamiskin, Kalapas Bantah Ada Pungli Kamar Tahanan
Merasa tak terima dengan ocehan IS, RF lantas menyalakan lampu seraya memghampiri. Bentrok fisik tak terhindarkan, keduanya terlibat saling dorong, saling jambak hingga cakar-cakaran.
"Akhirnya dipisahin kan sama terapis sama OB (Office Boy) juga, terus dia tetep ngoceh-ngoceh. Akhirnya saya samperin lagi, terus saya jambak-jambakan lagi. Nah nggak lama datang lah cowoknya, terus dibawa pergi," sambungnya.
Perseteruan antar RF dan IS awalnya dipicu rasa ketersinggungan IS saat dirinya diam-diam memasukkan pria beristri ke dalam mes. RF lantas mengadukan hal itu ke manajemen. Alhasil, IS pun mendapat teguran.
"Sebelum kejadian itu saya memang punya konflik sama dia. Kita memang tinggal di mes, selesai closing aturannya kita tidak boleh bawa orang luar. Nah dia bawa cowok ke mes. Ngakunya itu cowoknya, tapi ternyata udah punya istri cowok itu. Saya ngaduin ke staf, saya nggak salah dong. Habis kejadian itu, dia mulai ngediemin saya, puncaknya kemarin ribut itu," ujarnya.
Akibat kejadian itu, pihak kepolisian memanggil kedua belah pihak untuk dilakukan mediasi, termasuk dengan menghadirkan manajemen panti pijat tempatnya bekerja. Kesepakatan perdamaian pun tertuang di atas selembar kertas bermaterai.
"Sudah, sudah selesai. Sudah berdamai keduanya," jelas Kanitreskrim Polsek Serpong, Iptu Yahya Sunarya.
Baca Selengkapnya: Gegara Pria Beristri, 2 Terapis Pijat Baku Hantam di Tangsel
(Susi Susanti)