Share

Kronologi Penganiayaan Pengunjung Cafe di Sleman Oleh Oknum Polri

Priyo Setyawan, Koran SI · Kamis 09 Juni 2022 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 09 510 2608752 kronologi-penganiayaan-pengunjung-cafe-di-sleman-oleh-oknum-polri-dFk55MsqM8.jpg Ilustrasi Freepik

JAKARTA – Kuasa hukum BYK, Duke Arie meminta kasus penganiayaan kliennya di cafe HW Jalan Magelang SInduadi, Mlati, Sleman, pada Sabtu (4/6) diambil alih Polda DIY.

(Baca juga: IPW Desak Oknum Polri Terlibat Penganiyaan BYK Dipecat)

Selain melibatkan dua oknum anggota polisi (LV dan AR) di Polres Sleman, pihaknya juga mencurigai kejadian tersebut merupakan permainan, guna menyeret korban provokasi untuk diproses hukum.

Sebab berdasarkan keterangan yang diperoleh dari saksi-saksi ternyata KN yang memprovokasi BYK berteman dekat dengan dua oknum polisi LV dan AR.

Dia menambahkan, dalam capture percakapan WA, diketahui mereka seringkali ke cafe HW itu dan satu meja bersama atau setidaknya berdekatan meja.

β€œSelain itu sebelumnya KN ini juga pernah bermasalah dengan pengujung di cafe HW dan KN selalu mendatang meja tamu HW yang dikenalnya sering buat keributan,” kata Duke Arie, Kamis (9/6/2022).

Peristiwa tersebut juga pernah terjadi sebelumnya terhadap pengunjung cafe HW dan ada hubungan dekat antara KN (warga sipil),AR dan LV (oknum polisi). Maka mencurigai itu merupakan sindikat pemerasan berkedok oknum aparat penegah huku (APH) yang targetnya adalah orang- berduit,dengan modus memprovokasi korban,

Kemudian setelah korban terprovokasi lalu melakukan pemukulan. Sehingga korban justru yang dilaporkan ke polisi. Sebab itu sudah direncanakan sedemikian rupa ditambah oknum polisi tersebut adalah anggota Reskrim yang ikut memeriksa dan menyidik perkara tersebut akhirnya korban menjadi tersangka.

β€œ Modus ini yang kami khawatirkan terjadi, sehingga ini sangat mengganggu Investasi di DIY,sebab semua orang yang datang ke tempat hiburan bisa dijebak dengan modus seperti itu. Hari ini BYK yang jadi korban, besok-besok bisa saja hal ini tertimpa pada anak-anak, rekan dan saudara-saudar kita. Ini berbahaya dan sudah sangat meresahkan,” bebernya.

Oleh karena itu, dia meminta kepada pihak kepolisian khususnya Polda DIY agar mengambil alih semua perkara terkait penganiayaan terhadap BYK yang dilaporkan di Polres Sleman khususnya Laporan Polisi (LP) dimana BYK sebagai terlapornya ,sebab menilai jangan sampai kliennya justru menjadi korban kriminalisasi oleh oknum-oknum polisi tersebut.

Duke Arie menjelaskan, setelah mendengar keterangan dari saksi-saksi di cafe HW, diperoleh keterangan saat kejadian Sabtu dini hari (4/6) pukul 02.00 WIB, KN berada di meja No.3, berdekatan dengan Meja AR dan LV, sedangkan BYK di meja 10 bersama teman-temanya dan rekan bisnis.

Kemudian KN mendatangi meja BYK. Karena sedang membahas bisnis. BYK merasa keberatan. Karena terprovokasi oleh KN yang menghampiri mejanya, ,kemudian meminya KN agar tidak berada didekat mejanya, karena tidak terima KN keluar bersama BYK untuk diselesaikan diluar

Setelah berada di luar kemudian BYK dan KN berkelahi lalu dilerai sekuriti cafe HW, Setelah dilerai, kemudian KN masuk kedalam cafe HW, tiba-tiba dari dalam keluarar dan LV (belakangan diketahui sebagai oknum polisi).

Setelah keadaan mulai mereda, BYK dan A masuk ke mobil tiba-tiba AR berteriak bubar jika tidak saya lubangi kakimu. Karena tidak terima kemudian BYK keluar lagi dari mobil dan menanyakan anda siapa? (Sebab tidak tahu kalua AR ini adalah anggota Polisi) .

BYK sempat mendorong AR,karena tidak terima kemudian AR bersama LV dan teman-temannya mengeroyok BYK. Pada saat dikeroyok BYK dan A diamankan ke mobil oleh petugas parkir. sampai di mobil BYK masih dipukul oleh AR, namun dilindungi oleh petugas parkir, A juga sempat dipukul.

Kemudian petugas parkir bersama A dan BYK menuju Polres Sleman dengan maksud untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sedangkan KN satu mobil bersama LVdan AR menuju Polres Sleman..

Saat di Polres Sleman dan ditutun dari mobil BYK langsung dianiaya oleh AR,ditendang,diinjak,ditekan dadanya pakai lutut,dipukul kepalanya. Pada saat penganiayaan, A minta AR untuk berhenti memukul BYK.

Kejadian tersebut disaksikan oleh banyak orang, termasuk ,petugas piket Polres Sleman. Setelah keadaan reda BYK lari ke jalan depan Polres mencari pertolongan dengan melompat pagar, Namun saat di jalan tertabrak oleh mobil yang melintas. Pada saat tertabrak BYK pingsan lalu dibawa ambulan ke RSUD Sleman.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini