Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wabah PMK, Warga Sampang Bikin Ramuan Tradisional untuk Sembuhkan Sapi

Muhammad Fathurahman , Jurnalis-Kamis, 09 Juni 2022 |12:02 WIB
Wabah PMK, Warga Sampang Bikin Ramuan Tradisional untuk Sembuhkan Sapi
Jamu ramuan untuk sapi terkena PMK. (Fathorahman)
A
A
A

SAMPANG – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) merebak dan menyerang hewan ternak sapi di sejumlah daerah, termasuk di Sampang, Jawa Timur. Warga Desa Plakaran, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, berinovasi dengan membuat racikan khusus untuk ternak sapi mereka.

Salah satu warga desa, Nenek Rohihah mengatakan dirinya membuat jamu tradisional dengan meracik buah kundur putih, kunyit kuning ditambah kunyit putih. Rohihah menjelaskan, lalu masing-masing bahan itu kulitnya dikupas dibersihkan dengan air putih.

Selanjutnya, diparut dan diperas untuk diambil air sarinya. Setelah itu bahan-bahan tersebut dicampur dan diaduk secara merata.

“Ini buatan sendiri. Ini kunyit diparut terus dicampur. Sudah dicampur terus dikasih minum ke sapinya,” kata Rohihah saat ditemui, Kamis (9/6/2022).

Setelah jamu selesai dirajik, lalu diminumkan ke sapi peliharaanya dengan menggunakan bambu. Jamu dimasukkan ke bambu, lalu diminumkan ke sapi yang terkena PMK.

Jamu yang terbuat dari rempah-rempah tak hanya diberikan saat wabah PMK. Jamu ini telah dibuat secara turun-temurun.

Jamu tradisional ini dianggap dapat menambah stamina sapi dan dianggap sanggup mengangkal virus yang menyerang hewan peliharaannya tersebut.

Jamu racikan dari buah dan tanaman ini diberikan kepada sapi ternak mereka sebanyak 2 kali sehari. Sapi milik Rohihah yang sebelumya tidak mau makan, setelah dikasih jamu kini mau kembali makan dan sembuh.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement