JAKARTA - Herman Willem Daendels, merupakan salah satu Gubernur Jenderal di Batavia. Ia tiba pada 1 Januari 1808 di sebuah pelabuhan kecil dekat Banten, setelah melalui perjalanan panjang.
Sebagaimana dikisahkan dalam buku "Nusantara Sejarah Indonesia" karya Bernard H. M. Vlekke, Daendels tiba setelah pelayaran yang sulit dan berbahaya dari Belanda melalui Lisbon dan Maroko, Senin (13/6/2022). Kedatangan gubernur jenderal ini pun membuat kejutan bagi para orang lama.
Daendels memutuskan memindahkan para pejabat - pejabat yang tidak sehat ke Buitenzorg. Kekuasaan besar yang diberikan Raja Louis Belanda membuat Daendels mendapat angin begitu besar. Berbagai macam perubahan ia implementasikan.
Ia mereorganisasi dewan dan hanya memberikannya hak penasihat. Selanjutnya, Daendels memangkas birokrasi yang terkenal korupsi, menghancurkan dan membangun administrasi. Tak hanya itu sejumlah infrastruktur dibangun oleh Daendels. Salah satu pembangunan yang dilakukan yakni jalan dan benteng.
Di bidang administrasi misalnya, Daendels mereformasi total administrasi. Bahkan di masa Daendels, semua wilayah Belanda sebelah timur Cirebon dibentuk satu provinsi, provinsi pantai timur laut Jawa.
Baca juga: 4 Tokoh Belanda Terkejam saat Menjajah Indonesia, Daendels Termasuk!
Bahkan pada 18 Agustus 1808 konon Daendels membagi Pulau Jawa ke dalam lima prefektorat dan 38 kabupaten. Semua pejabat menerima pangkat militer dan gaji memadai. Hadiah suap - suap dari bupati + bupati dan raja Jawa, keuntungan istimewa, dan penyalahgunaan jabatan harus dihentikan.
Baca juga: Sosok Daendels, Gubernur Jenderal yang Pangkas Birokrasi dan Berantas Praktek Korupsi