Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Humor Gus Dur: Ketika Santri Minta Rokok Kiai

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 14 Juni 2022 |05:05 WIB
Humor Gus Dur: Ketika Santri Minta Rokok Kiai
Ilustrasi/ Foto: nu.or.id
A
A
A

JAKARTA - Di sebagian besar pesantren, santri dilarang keras merokok. Tak terkecuali di Pesantren Tambak Beras yang diasuh oleh Kiai Fattah, tempat Gus Dur pernah nyantri.

Namun, seperti kenakalan remaja pada umumnya, tak perduli santri atau bukan, semakin dilarang semakin tertantang untuk melanggar.

Suatu hari, Gus Dur berkisah tentang seorang santri Tambak Beras yang berani mengambil rokok Kiai Fattah. Suatu malam, kata Gus Dur, listrik di Pesantren Tambak Beras padam. Tak terlihat satu pun cahaya di sana.

Santri ada yang tidak peduli, ada juga yang memilih tidur saja. Namun ada juga santri yang terlihat jalan-jalan mencari udara segar karena belum mengantuk.

Lalu di luar sebuah rumah, terlihat seseorang sedang duduk-duduk santai sambil merokok. Seorang santri yang kebetulan melintas di dekatnya terkejut melihat ada nyala rokok di tengah kegelapan malam itu.

“Nyedot, Kang?” tanya si santri berbasa-basi sembari menghampiri seniornya yang sedang asyik merokok itu. Langsung saja sosok yang ada di kegelapan itu memberikan rokok yang sedang dihisapnya kepada sang yunior.

Saat dihisap, bara rokok itu membesar, sehingga profil yang duduk di sebelahnya terebut tertangkap nyala bara. Si santri mengenali wajah orang yang merokok tersebut.

Kaget setengah mampus, santri itu langsung lari tunggang-langgang sambil membawa rokok pinjamannya.

Mendapati rokoknya dibawa kabur, orang yang duduk di dalam kegelapan ini pun spontan berteriak.

“Hai! rokokku jangan dibawa lari!” teriak Kiai Fattah.

(Nanda Aria)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement