Share

WHO: Cacar Monyet Akan Ganti Nama, Pertimbangkan Tingkatkan Status Kewaspadaan

Susi Susanti, Okezone · Kamis 16 Juni 2022 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 16 18 2612517 who-cacar-monyet-akan-ganti-nama-pertimbangkan-tingkatkan-status-kewaspadaan-mGKdsr5Ekk.jpg Virus cacar monyet (Foto: Reuters)

NEW YORKDirektur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Ghebreyesus, mengumumkan pada Selasa (14/6/2022), pihaknya bekerja dengan "mitra dan ahli" untuk menghasilkan nama baru untuk virus cacar monyet (monkeypox).

Badan internasional tersebut juga mempertimbangkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cacar monyet ke level setinggi mungkin.

“WHO juga bekerja sama dengan mitra dan ahli dari seluruh dunia untuk mengubah nama virus monkeypox, clades (asal) dan penyakit yang ditimbulkannya. Kami akan membuat pengumuman tentang nama-nama baru sesegera mungkin, ” terangnya.

Baca juga: WHO Selidiki Laporan Virus Cacar Monyet di Air Mani, Penyakit Mungkin Dapat Ditularkan Melalui Hubungan Seks 

Pengumuman itu muncul setelah sekelompok lebih dari 30 ilmuwan terkemuka menulis surat terbuka yang menyerukan nomenklatur non-diskriminatif dan non-stigmatisasi untuk virus monkeypox. Kelompok tersebut berpendapat bahwa referensi lanjutan untuk virus sebagai Afrika diskriminatif dan tidak akurat, menunjukkan 'hMPXV' sebagai nama pengganti untuk virus monkeypox.

Baca juga: 1.000 Lebih Kasus Cacar Monyet Dilaporkan ke WHO, Ada 29 Negara yang Terjangkiti

Selain ‘rebranding’ monkeypox, WHO juga mempertimbangkan untuk meningkatkan tingkat kewaspadaannya atas wabah penyakit yang sedang berlangsung dan dapat menetapkannya sebagai "darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional."

Menurut Ghebreyesus tingkat kewaspadaan tertinggi mungkin ditetapkan untuk wabah minggu depan, ketika pengawas akan mengadakan pertemuan darurat.

“Wabah cacar monyet secara global tidak biasa dan mengkhawatirkan. Untuk alasan itu saya telah memutuskan untuk mengadakan Komite Darurat di bawah Peraturan Kesehatan Internasional minggu depan, untuk menilai apakah wabah ini merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional,” ungkapnya.

Di seluruh dunia, penyebaran cacar monyet yang sedang berlangsung telah mencapai setidaknya 39 negara, dengan sekitar 1.600 kasus yang dikonfirmasi dilaporkan. Lebih lanjut 1.500 kasus yang dicurigai telah dilaporkan oleh negara-negara yang terkena dampak ke WHO. Untuk sebagian besar negara bagian tersebut, virus bukanlah penyakit endemik.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini