Share

2 Bobotoh Tewas di Stadion GBLA, PT LIB-PSSI Bentuk Tim Investigasi

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Minggu 19 Juni 2022 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 19 525 2614055 2-bobotoh-tewas-di-stadion-gbla-pt-lib-pssi-bentuk-tim-investigasi-PXamqe3I6B.jpg PT LIB menyambangi keluarga bobotoh di Bogor yang tewas di Stadion GBLA (Foto: Putra R)

BOGOR - Direktur Operasional PT LIB Sudjarno bersama Ketua Divisi Pembinaan Suporter PSSI Budiman Dalimunthe mendatangi rumah duka Sofiana Yusuf, bobotoh yang meninggal dunia saat laga Persib vs Persebaya di Stadion GLBA, Bandung.

Dalam kedatangannya itu, keduanya menyampaikan ucapan belasungkawa atas musibah yang terjadi kepada Sofiana kepada keluarga di rumah duka Jalan Mandala, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

"Dari jajaran PSSI atas nama Ketua Umum PSSI dan seluruh insan sepak bola Tanah Air mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas insiden yang terjadi kemarin malam, dan salah satu korbannya adalah almarhum ananda Sofiana Yusuf," kata Sudjarno di lokasi, Sabtu (18/6/2022) malam.

Sudjarno mengatakan, terkait insiden tersebut PSSI tengah membuat tim investigasi untuk mengetahui peristiwa berdarah yang merenggut nyawa dua orang yakni Sofiana dan bobotoh lainnya Ahmad Solihin. 

"Terkait kejadian sendiri PSSI sudah membentuk tim investigasi yang akan dikomandani oleh Ketua Komisi Disiplin yang akan bekerja. Tentu ini juga akan menjadi bagian investigasi ini dan penyelidikan ini dibentuk untuk mengetahui bagaimana persis kejadiannya. Apakah karena over kapasitas, kelalaian, atau sebagainya itu menjadi bagian yang perlu ditelusuri oleh tim investigasi," jelasnya.

Sehingga, pihaknya belum berandai-andai untuk mengetahui penyebab maupun sanksi. Yang pasti, Piala Presiden masih berlangsung sesuai jadwal.

"Kita belum berandai-andai dulu. Jadi kita tunggu saja apa yang sedang dikerjakan PSSI. (Piala Presiden) masih berjalan sesuai rencana. Malam ini pun berjalan di Samarinda sesuai tempat jadwal. Kalau regulasi kan sudah ada, itu tinggal diikuti saja. Kita juga tidak ada yang menginginkan kejadian ini. Kita tunggu hasil investigasinya seperti apa," tuturnya.

BACA JUGA:Tangisan Keluarga Pecah saat Jenazah Bobotoh Asal Bogor Tiba di Rumah Duka 

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Terkait kondisi Stadion GLBA, tambah Sudjarno, masih layak. Tetapi permasalahan membludaknya suporterlah yang masih akan didalami.

"Layak, kan sudah berapa kali. Sudah diverifikasi layak terkait dengan jumlahnya, dan lain sebagainya. Kalau soal membeludaknya itu yang ditelusuri. Tentu kan ada yang sudah diizinkan berapa persen kapasitas yang bisa, misal 75 atau 50 persen, itu diikuti. Itu kan melalui tiket misalnya. Katakanlah tiketnya sudah sold out sesuai kapasitas. Kalau tidak punya tiket ya tidak perlu datang. Nah kemarin kejadiannya kelihatannya banyak yang tanpa tiket ifi tetap datang, itu yang menjadi kerumunan," terangnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Pembinaan Suporter PSSI Budiman Dalimunthe mengatakan ke depan berkoordinasi dengan suporter klub sepak bola tanah air. Agar kejadian tersebut tidak akan terulang.

"Kita akan koordinasi dengan teman-teman suporter dan klub agar suporter bersama klub bisa lebih intens. Karena yang sebenarnya lebih tahu berapa yang datang ya teman-teman suporter. Moga-moga pihak klub intens berkomunikasi," ucap Budiman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini