Share

Bacok 4 Bocah, Geng Pelajar di Sleman Diciduk Polisi

Erfan Erlin, iNews · Selasa 21 Juni 2022 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 510 2615420 bacok-4-bocah-genk-pelajar-di-sleman-diciduk-polisi-4i3WOJlp8x.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

YOGYAKARTA - Miris, hanya karena persoalan sepele, sejumlah pemuda dan juga remaja di Sleman tega melakukan penganiayaan terhadap remaja lainnya, bahkan menggunakan senjata tajam.

Aksi penganiayaan tersebut pun dilakukan siang hari. Mereka tidak perduli lagi dengan situasi yang ada di sekitarnya. Akibatnya, mereka kini harus berurusan dengan polisi. Sebab, korban yang mereka aniaya mengalami luka bacok.

Kini setidaknya sepuluh orang pelaku ditangkap dan diamankan aparat Satuan Reskrim Polres Sleman. Mereka yang tergabung dalam sebuah kelompok atau geng ini diamankan polisi karena melukai kelompok lain.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Ronny Prasadana mengungkap, sepuluh orang pelaku tersebut diamankan di tempat yang berbeda.

"Mereka tergabung dalam sebuah genk namanya RESPECT," kata dia, Selasa (21/6/2022).

6 anak yang kini diamankan polisi masing-masing adalah MFW (18) warga Kapanewon Ngemplak, AB (17), warga Kapanewon Godean, FA (17) warga Kapanewon Gamping dan HZD (17) warga Turi. Keempatnya berasal dari Kabupaten Sleman

Dua remaja lain berasal dari luar Sleman masing-masing DH (17) warga Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah dan juga PSAP (17) warga Kretek, Kabupaten Bantul. Sementara semua pelaku dewasa berasal dari Kabupaten Sleman.

"Mereka adalah KNP (19) warga Kapanewon Ngaglik, DF (18) warga Kapanewon Gamping, KRP (18) warga Kapanewon Sleman dan AAS (18) warga Kapanewon Depok," papar dia.

Rony menambahkan aksi penganiayaan tersebut terjadi Senin (6/6/2022) lalu. Saat itu, para pelaku melakukan aksi konvoi. Konvoi tersebut dilakukan di siang bolong pukul 13.00 WIB. Sebelum berkonvoi mereka berkumpul di Jembatan Kaliabu, Gamping.

Saat berkumpul itulah, ternyata mereka sudah mempersiapkan alat untuk melakukan penganiayaan. Mereka berkumpul karena ingin mencari rombongan konvoi dari geng BOSSE karena ada persoalan yang harus diselesaikan.

"Kebetukan kelompok Bosse konvoi melintas di wilayah jembatan sekitar pukul 15.30 WIB," ungkap dia.

Saat itu kelompok BOSSE melintas tersebut bermaksud mengantar pulang rekan mereka. Karena melihat kelompok yang mereka cari, para pelaku langsung melakukan pengejaran.

Kebetulan empat orang korban berbelok arah ingin mencari gorengan. Mereka kemudian berpapasan dengan para pelaku. Seketika itu, pelaku DF dan KRP langsung melemparkan pecahan botol kaca ke arah korban.

"Selain itu, ada pula pelaku yang menabrakkan kendaraan ke arah rombongan korban," ungkap dia.

Setelah itu rombongan pelaku turun dari sepeda motor sambil mengayunkan senjata tajam jenis clurit dan pedang ke arah empat korban. Korban yang kalah jumlah ketakutan dan terkena sabetan hingga mengalami luka.

Akibat peristiwa itu, keempat korban mengalami luka masing-masing dua orang sobek di punggung, seorang korban alami sobek siku tangan kiri dan memar paha kiri. Dan seorang lagi mengalami sobek punggung dan lecet tangan kanan.

"Usai melakukan penganiayaan mereka langsung melarikan diri," papar dia.

Tim Reskrim Polres Sleman kemudian melakukan penyelidikan dengan mempelajari kamera pengintai (CCTV) di seputaran TKP dan mengumpulkan keterangan para saksi. Sehingga mereka mendapatkan beberapa petunjuk dan mengetahui posisi pelaku berada.

Setelah itu, mereka langsung melakukan pengejaran dan berhasil ditangkap dalam waktu dan tempat terpisah.

"Untuk pelaku isinial PSAP, MFW, DF, AAS diserahkan oleh orangtuanya kePolres Sleman," terangnya.

Berdasarkan keterangan pelaku, aksi mereka bertujuan sebagai balas dendam. Karena rombongan korban dianggap musuh oleh rombongan pelaku. Sehingga mereka berusaha memburu kelompok korban.

Pelaku yang ditangkap, memiliki peran masing-masing, antara lain sebagai joki, fighter maupun eksekutor masing-masing tindakan. Mulai dari melempar botol kaca, menabrakkan kendaraan, menyabetkan pedang maupun clurit.

"Kalau secara pribadi, mereka tidak saling mengenal per individu," imbuh Ronny.

Dari para pelaku polisi mengamankan helm; sebilah pedang bergagang warna hitam dengan panjang bilah 42 cm dan panjang pegangan 35 cm; sebilah clurit bergagang kayu berwarna hitam panjang bilah 49 cm dan panjang 23 cm. Senjata tersebut tidak hanya yang digunakan oleh para pelaku tetapi juga yang disimpan di rumah mereka.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, pelaku disangkakan pasal 170 ayat 2 KUH Pidana. Perihal penganiayaan secara bersama-sama mengakibatkan luka, dengan ancaman penjara tujuh tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini