Share

Senjata Berat Pertama dari Jerman Tiba di Ukraina, Artileri Howitzer Capai Target hingga 40 Km

Susi Susanti, Okezone · Rabu 22 Juni 2022 17:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 18 2616289 senjata-berat-pertama-dari-jerman-tiba-di-ukraina-artileri-howitzer-capai-target-hingga-40-km-lN6I9LYOEw.jpg Senjata berat pertama Jerman tiba di Ukraina (Foto: picture alliance)

UKRAINA - Ukraina pada Selasa (21/6/2022) mengatakan pengiriman pertama howitzer Jerman dan senjata berat lainnya telah tiba. Pemerintah di Berlin menerbitkan daftar lengkap bantuan militer yang dikirim atau dijanjikan ke Kyiv.

Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov pada Selasa (21/06) mengatakan pengiriman pertama senjata berat yang dijanjikan oleh pemerintah Jerman telah tiba di Ukraina.

Kedatangan senjata itu menjadi jawaban dari permintaan Kyiv yang berulang kali mendorong bantuan senjata dan amunisi yang lebih baik untuk menahan serangan militer Rusia di Ukraina timur.

Artileri yang mampu bergerak sendiri, howitzer self-propelled, Panzerhaubitze 2000, adalah senjata berat pertama yang dikirim oleh Jerman yang tiba di Ukraina. Pada Mei lalu, Berlin berjanji untuk mengirim tujuh sistem artileri, menambah lima howitzer yang dijanjikan Belanda.

Baca juga: Pertama Kalinya Jerman Pasok 50 Sistem Senjata Berat ke Ukraina, Tank Gepard dan Senjata Anti-pesawat

Panzerhaubitze 2000 adalah beberapa senjata artileri paling kuat dalam persediaan militer Jerman. Howitzer dapat mencapai target yang terletak hingga 40 kilometer jauhnya.

Baca juga: Di Balik Ruangan Rahasia Tempat Ukraina Pesan Senjata, Barat Kirim Senpi dan Amunisi 66.000 Ton Senilai Rp118 Triliun 

Reznikov memuji rekannya dari Jerman, Christine Lambrecht, dan Menteri Pertahanan Belanda Kajsa Ollongren atas pengiriman tersebut.

"Panzerhaubitze 2000 akhirnya menjadi bagian dari persenjataan howitzer 155 mm artileri Ukraina," tulis Reznikov di Twitter, dikutip DW.

Dia menyebut pengiriman itu sebagai "contoh kerja sama internasional dalam mendukung Ukraina."

Ketika howitzer self-propelled tiba di Ukraina, pemerintah Jerman menerbitkan daftar lengkap senjata yang dikirim ke Ukraina untuk pertama kali. Pemerintah Jerman juga menyebut barang-barang yang dijanjikannya masih dalam pengaturan.

Selain pengiriman tujuh howitzer baru-baru ini, Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan telah mengirim 14.900 ranjau anti-tank, 500 rudal pertahanan udara STINGER, dan 2.700 rudal anti-pesawat.

Selain itu, Jerman telah memasok Ukraina dengan 16 juta butir amunisi untuk pistol, serta 100.000 granat tangan, untuk menyebutkan beberapa entri yang paling menonjol dalam daftar.

Di bawah pasokan itu, Jerman juga menyediakan bantuan berupa 175 kendaraan (termasuk truk, bus, dan kendaraan off-road), 23.000 helm tempur, 10.000 kantong tidur, 1.200 tempat tidur rumah sakit, dan 100 tenda.

Daftar pemerintah juga termasuk senjata dan amunisi yang dijanjikan Jerman ke Ukraina, tetapi sedang dalam proses pengiriman. Daftar senjata yang akan dikirimkan termasuk 30 tank Gepard (Cheetah) dan tiga peluncur roket ganda MARS II.

Seperti diketahui, invasi Rusia ke Ukraina pada akhir Februari mendorong seruan mendesak untuk bantuan militer.

Pemerintahan Kanselir Jerman Olaf Scholz telah membuat perubahan besar untuk mengirim senjata ke zona konflik, tetapi langkah itu dikritik karena tidak dilakukan lebih cepat. Berlin awalnya ragu-ragu untuk menjanjikan pengiriman senjata berat dan justru menawarkan untuk mengirim pasokan, seperti helm tempur.

Menyusul perubahan kebijakan pemerintah Jerman dan berjanji untuk mendukung Ukraina dengan sistem senjata yang lebih modern, Ukraina berulang kali mengeluh tentang jumlah waktu yang dibutuhkan untuk senjata tiba.

Pemerintah Jerman membela penundaan dengan mengatakan perlu memastikan bahwa pasukan Ukraina menerima pelatihan tentang sistem senjata baru dan bahwa protokol industri pertahanan perlu diubah secara radikal untuk mengakomodasi pengiriman.

Pemerintah Ukraina telah mengimbau sekutu Barat untuk mengirim lebih banyak senjata guna meningkatkan persenjataan era Sovietnya. Kyiv mengatakan akan membutuhkan 1.000 howitzer, 500 tank, dan 1.000 drone untuk membantu mencegah pasukan Rusia.

Scholz mengatakan kepada anggota jika Partai Sosial Demokrat (SPD) bahwa keputusan untuk memasok senjata Jerman ke Ukraina adalah keputusan yang tepat.

"Ini perlu sekarang," terangnya.

"Itu adalah hal yang benar untuk diputuskan sekarang dan dalam situasi ini,” lanjutnya.

Dia juga mengatakan kepada anggota parlemen bahwa publik Jerman mendukung keputusan tersebut. Scholz menegaskan bahwa Rusia harus mengakhiri perang dan menekankan hak Ukraina untuk hidup.

"Semua yang kami lakukan bertujuan untuk itu," katanya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini