Share

Diciduk Polisi, Tiga Ketua Geng Motor Jambi Akui Kesalahan dan Minta Maaf

Azhari Sultan, Okezone · Kamis 23 Juni 2022 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 340 2617003 diciduk-polisi-tiga-ketua-geng-motor-jambi-akui-kesalahan-dan-minta-maaf-LIhkddlcYh.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

JAMBI - Pasca ditangkap tim gabungan Macan Reskrim Polresta Jambi dan Resmob Polda Jambi, tiga orang ketua geng motor sadis di Kota Jambi, yakni DW, AL dan AH mengaku menyesal atas perbuatannya. Ketiganya juga meminta maaf kepada masyarakat Kota Jambi.

Salah seorang ketua geng motor berinisial DW mengaku menyesali perbuatannya. Dia juga menyampaikan permintaan kepada korban dan masyarakat yang telah dibuat resah atas aksi mereka.

"Saya minta maaf dan menyesal, bagi kawan-kawan di luar sana jangan jadi kayak kami," ungkap DW, Kamis (23/6/2022).

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Afrito Marbaro Macan mengatakan, ketiga pelaku terbukti melakukan serangan di Sijenjang dan Kebon Jeruk, Kota Jambi.

Menurutnya, dari data yang didapat ada sekitar 5 kelompok geng motor di Kota Jambi. "Sejauh ini ada 5 kelompok, kita juga masih terus dan memastikan melakukan pengejaran," tegas Afrito.

Diakuinya, hingga saat ini pihak kepolisian terus memburu kelompok geng motor sadis yang meresahkan masyarakat Kota Jambi.

Sebelumnya, 13 pelaku geng motor sadis yang meresahkan masyarakat Kota Jambi berhasil diamankan tim gabungan Macan Reskrim Polresta Jambi dan Resmob Polda Jambi. Ironisnya, dari 13 pelaku tersebut, didominasi usia pelajar.

"Kalau ditotal sudah ada 13 pelaku yang kita amankan. Kebanyakan dari mereka masih usia pelajar," ungkap Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Afrito Marbaro Macan.

Dia menceritakan, Polresta Jambi mengamankan 13 pelaku terlibat aksi penyerangan di sejumlah lokasi.

Menurutnya, dari hasil penyelidikan para pelaku memiliki peran berbeda-beda dalam beraksi.

"Ada pelaku yang berperan sebagai penyedian senjata tajam, eksekutor pembacokan hingga joki atau yang bertugas mengendarai sepeda motor," tukas Afrito.

Dia menambahkan, sasaran dan motif pelaku masih serupa dengan kasus-kasus sebelumnya, yakni mencari korban seumuran secara acak.

Setelah menemukan calon korbannya, para pelaku tanpa basa-basi menyerang korban dengan menggunakan senjata tajam yang sudah dipersiapkan.

Disamping itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti senjata tajam, berupa egrek, celurit dan pedang yang dipakai pelaku untuk beraksi.

Atas kejadian tersebut, pihaknya terus memproses pelaku. "Pihaknya akan memporses pelaku, baik pelaku anak di bawah umur dan dewasa, sesuai undang-undang yang berlaku," tegas Afrito.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini