Share

6.594 Ekor Ternak di Sumut Dinyatakan Sembuh dari PMK

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 28 Juni 2022 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 608 2619807 6-594-ekor-ternak-di-sumut-dinyatakan-sembuh-dari-pmk-G2mqTrjGl7.jpg Gubernur Sumut Edy Rahmayadi/ Foto: Ist

MEDAN - Sebanyak 6.594 ekor hewan ternak di Sumatera Utara telah berhasil sembuh dari serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Meski begitu, pemerintah Provinsi Sumut tetap waspada dan telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan PMK yang melibatkan Polri dan TNI.

 BACA JUGA:Viral, Pria Diduga Menang Pilkades Hamburkan Uang di Jalanan, Warga Berebutan

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengatakan jumlah hewan ternak yang terjangkit PMK di Sumut sebanyak 11.717 ekor. Jumlah itu tersebar di 16 kabupaten/kota di Sumut.

"Dari jumlah itu, 6.594 ekor sembuh dan 5.065 ekor masih sakit. Yang mati 17 ekor. Seluruh pihak harus dilibatkan mengingat penyebaran PMK masih terjadi, meski relatif terkendali," sebut Edy saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan PMK Sumut di Medan, Selasa (28/6/2022).

Untuk mempercepat penanganan PMK pada hewan ternak yang melanda Sumatera Utara (Sumut), Pemerintah Provinsi (Pemprov) membentuk Satuan Tugas (Satgas) PMK Sumut. Satgas tersebut juga akan melibatkan Polri dan TNI.

 BACA JUGA:Tolak RUU KUHP, Ratusan Mahasiswa Minta Ditemui Puan Maharani

Satgas Provinsi nantinya akan diketuai oleh Sekretaris Daerah Sumut. Susunan Satgas juga akan memedomani bentuk Satgas yang dibentuk Pemerintah Pusat.

“Saya mau ini cepat selesai, mari kita bersama-sama cepat menanganai ini, apalagi ini sudah dekat Idul Adha,” sebut Edy.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Edy juga meminta kepada Pemkab dan Pemko untuk melakukan deteksi dini dan melakukan penanganan isolasi terhadap hewan yang tertular. Juga meminta agar Instruksi Mendagri Nomor 31 tahun 2022 tentang penanganan wabah PMK serta kesiapan hewan kurban jelang Hari Raya Iduladha dipedomani.

 BACA JUGA:Segara dan Stevan Pasaribu Meriahkan Panggung Globalkustik di Anjungan Sarinah

Kepada masyarakat, Edy juga meminta agar tidak panik, terkait dengan penyebaran PMK. Menurutnya, PMK bisa disembuhkan dan jumlah hewan ternak yang mati sangat kecil.

“Rakyat jangan stres, hanya 0,5% ternak yang mati,” kata Edy.

Selain itu, Edy meminta petugas yang mengeluarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan agar tidak mempersulit masyarakat. Karena, jika sulit mendapatkan surat, akhirnya ada yang menjual hewan ternaknya secara sembunyi-sembunyi menghindari petugas yang berjaga di jalan.

 BACA JUGA:Mantan Presiden Rusia: Setiap Gangguan NATO di Krimea Bisa Picu Perang Dunia III

"Kita tentunya tidak ingin ini akhirnya tidak terkontrol," tandasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini