Share

Sempat Menyamar di Semak-Semak, Sopir Jadi Tersangka Terkait Kematian 50 Migran di Truk Trailer Texas

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 01 Juli 2022 09:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 18 2621565 sempat-menyamar-di-semak-semak-sopir-jadi-tersangka-terkait-kematian-50-migran-di-truk-trailer-texas-cEmmNvSuaG.jpg Sopir truk jadi tersangkai kematian 50 migran di truk trailer di Texas (Foto: National Institute of Migration)

TEXAS - Sopir truk yang diduga telah menelantarkan atau meninggalkan puluhan mayat di dalam truk trailer di Texas telah didakwa dengan penyelundupan migran yang mengakibatkan kematian.

Homero Zamorano ditemukan menyamar sebagai migran di semak-semak dekat truk di San Antonio dan ditangkap oleh polisi.

Sekitar 53 orang tewas dalam tragedi itu, banyak dari sengatan panas dan dehidrasi, setelah dikurung di dalam truk dalam panas terik tanpa air.

Ini adalah insiden perdagangan manusia paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat (AS).

Menurut seorang pejabat tinggi imigrasi Meksiko, pengemudi yang dicurigai, Zamorano - yang berasal dari Texas, telah "mencoba berpura-pura sebagai salah satu yang selamat" ketika dia ditemukan oleh polisi.

Baca juga: Kematian 50 Migran di Truk Trailer Texas, Biden: Mengerikan dan Memilukan, Kejar Jaringan Perdagangan Kriminal

Tersangka kedua, Christian Martinez, ditangkap atas tuduhan konspirasi. Jaksa federal mengatakan penyelidik menemukannya setelah mencari melalui telepon Zamorano dan menemukan pasangan itu telah berkomunikasi.

Baca juga: Kematian 50 Migran di Truk Trailer Texas, Presiden Meksiko 'Kambing Hitamkan' Kemiskinan dan Krisis Perbatasan AS

Departemen Kehakiman AS mengumumkan bahwa kedua pria itu dapat menghadapi hukuman maksimum penjara seumur hidup, atau mungkin hukuman mati, jika terbukti bersalah.

Dua tersangka lebih lanjut terkait dengan alamat di mana truk itu didaftarkan juga telah ditangkap atas pelanggaran senjata api.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Responden darurat tiba di jalan terpencil di dekat San Antonio pada Senin malam untuk menemukan 46 mayat di dalam dan di sekitar kendaraan yang ditinggalkan, yang pintunya terbuka.

Tak satu pun dari orang-orang di dalam truk, yang hanya ditemukan setelah seorang pekerja di dekatnya mendengar teriakan minta tolong, sadar ketika para responden tiba. Menurut siaran radio resmi dari tempat kejadian, hanya sekitar selusin dari mereka yang ditemukan di dalam kendaraan tampak bernapas.

Korban tewas kemudian naik menjadi 53, setelah sejumlah dari mereka yang dirawat di rumah sakit meninggal.

Sebuah peringatan telah muncul di lokasi tragedi itu, sekitar 250km (160 mil) utara perbatasan AS-Meksiko, dan pada Rabu (29/6/2022) penduduk lokal Texas berkumpul di sana untuk berkabung.

"Semua ini menghancurkan hati saya karena saya memiliki keluarga yang mengalami hal yang sama," kata Veronica Vazquez kepada kantor berita AFP.

Warga lokal lain yang dirinya sendiri tiba di AS sebagai pekerja tidak berdokumen, Roberto Alvarez, datang dengan mawar dan lilin untuk mengenang para korban.

"Anda menempatkan diri Anda sedikit di tempat mereka karena Anda juga mengalaminya,” ujarnya.

Botol air juga ditinggalkan di lokasi - polisi sebelumnya mengatakan tidak ada air atau AC di truk.

Sekitar 27 orang, lebih dari setengah dari mereka yang diidentifikasi di antara yang tewas, berasal dari Meksiko. 14 lainnya adalah warga Honduras, tujuh dari Guatemala, dan dua orang dari El Salvador juga tewas, kata pemerintah Meksiko.

Sepasang anak laki-laki Guatemala berusia 13 dan 14 termasuk di antara mereka yang tewas dalam kecelakaan itu. Hal ini diumumkan pejabat dari negara asal mereka pada Rabu (29/6/2022).

Pascual Melvin Guachiac dan Juan Wilmer Tulul adalah sepupu yang meninggalkan rumah dua minggu lalu untuk keluar dari kemiskinan, kata ibu Pascual seperti dikutip media Guatemala.

Pada Senin (27/6/2022), hanya beberapa jam sebelum truk ditemukan ditinggalkan, kerabat remaja itu memberi tahu keluarga mereka bahwa mereka menuju San Antonio.

Menurut pejabat imigrasi Meksiko, para migran kemungkinan besar melintasi perbatasan dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil sebelum berkumpul di sebuah rumah persembunyian rahasia di AS, di mana mereka akan dijejalkan ke dalam truk untuk tahap selanjutnya dari perjalanan mereka.

Orang-orang di dalam truk itu ditemukan ditaburi dengan zat tajam, para pejabat menambahkan, sebagai bagian dari metode yang digunakan oleh beberapa penyelundup untuk menutupi bau manusia dan menghindari terdeteksi oleh patroli anjing.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini