TANGERANG - Peneliti pusat riset metalurgi Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Yudi Nugraha Thaha menanggapi bocornya tabung gas karbon dioksida (CO2) di Jalan Gatot Subroto, Cimone, Kota Tangerang pada Rabu (6/7/2022) pagi.
Dari peristiwa tersebut, beberapa bagian Jalan Gatot Subroto dipenuhi asap putih yang tampak begitu pekat.
Dari hal tersebut, Yudi menjelaskan, asap tebal bisa berbahaya karena bisa memberikan dampak untuk tubuh.
BACA JUGA:Jalan Cimone Tangerang Tertutup Asap Tebal, Ini Penyebabnya
Dijelaskannya hal ini terjadi karena pada asap yang tebal tersebut mengandung tinggi part per million (PPM) atau satuan nirdimensi pecahan yang sangat kecil dirasa begitu tinggi.
“Kalau makin tebal makin tinggi PPM-nya,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (6/7/2022).
Yudi menuturkan, CO2 bisa dikatakan berbahaya jika PPM sudah di atas 40.000. Selain itu, yang menjadi penilaian lainnya yakni terkait berapa lama eksposenya asap tersebut.
“Kalau (gas yang bocor itu) di atas 40.000 PPM, lumayan ngefek ke tubuh, kalau di bawah itu sih tergantung dosisnya. Maksudnya misalkan terlalu lama hirup CO2 (bisa efek),” jelasnya.