Keanehan pun muncul, saat tersesat itu Naam melihat beberapa dedaunan tak bergerak sebagaimana mestinya hutan dan tanaman yang tertiup angin. Belum lagi pohon dan tanaman yang tumbuh lebih lebat dan tinggi dibandingkan hutan di dunia nyata.
"Tidak kayak di bawah kayak angin enggak bisa bergerak, terus tiba-tiba di lokasi kabut saja. Jadi hilang berubah hutan saja," ucapnya.
BACA JUGA:Pelari Asal Jakarta Hilang di Gunung Arjuno Akhirnya Ditemukan, Begini Kondisinya
Beberapa pepohonan dan tanaman bahkan baru dilihat Naam. Beberapa pepohonan itu terlihat aneh dan tak seperti pepohonan di dunia nyata. Ia menegaskan, dari segi fisik kehidupan dunia tak kasat mata di Gunung Arjuno berbeda jauh dengan dunia nyata manusia.
Dari sisi fisik dedaunan misalnya, dedaunan di dunia tak kasat mereka tak ada pergerakan layaknya dedaunan yang tertiup angin.
"Pohonnya baru kali itu aku lihat, aneh, pohonnya besar - besar, kadang akarnya sampai ke atas. Kalau lihat ke arah matahari sudah enggak kelihatan, kabut pasti. Hutannya di kita bergerak di alam mereka enggak bergerak. Sangat mudah suasana alam berbeda," tuturnya.
BACA JUGA:Dear Traveler, Pendakian Gunung Arjuno Kembali Dibuka Hari Ini
Bahkan Naam menyebutkan, selama ia tersesat itu dirinya hanya menjumpai sinar matahari selama lima jam. Selepas pukul 10.00 WIB, kabut tebal menyelimuti hutan belantara Gunung Arjuno. Seiring dengan itu, keanehan - keanehan tadi biasanya muncul.
"Mulai jam 10 itu sudah mendung kayak sore banget kalau malam gelap. Jam 10 ke atas itu sudah nggak kelihatan lagi pokoknya," pungkasnya.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.