JAKARTA - Sejumlah tokoh nasional lintas ormas Islam dan ratusan jamaah mendeklarasikan Gerakan Nasional Anti Islamophobia (GNAI) di Aula Buya Hamka Masjid Al Azhar Jakarta, Jumat (17/5/2022).
(Baca juga: Hijab Dilarang di Sekolah India, MUI: Ini Jelas Mencerminkan Islamophobia)
Deklarasi ini dihadiri sejumlah tokoh seperti Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif, Sekretaris Jenderal PP Syarikat Islam Ferry Juliantono, dan sejumlah tokoh dan aktivis lainnya.
Sementara di jajaran inisiator dan pendiri GNAI ada nama Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas, Sekretaris Jenderal PP Syarikat Islam Ferry Juliantono, Cucu pendiri Nahdlatul Ulama KH. Wahab Hasbullah yakni Gus Aam dan lain sebagainya.
Selain itu, sejumlah tokoh juga memberikan testimoni lewat video yang di tayangkan di lokasi acara antara lain Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Ketua Umum PP Syarikat Islam Hamdan Zoelva. Deklarasi dan pernyataan sikap Gerakan Nasional Anti Islamphobia (GNAI) di bacakan oleh Presidium GNAI Ferry Juliantono.
“Pascaera perang dingin, dunia Barat mengalihkan sumber ancaman dan bahaya dari komunisme ke Islam yang termanifestasi dalam bentuk radikalisme, fundamentalisme dan terorisme, yang mengakibatkan munculnya stigma terhadap ajaran Islam sebagai ajaran yang berbahaya dan menakutkan atau dikenal sebagai Islamofobia,” ujar Ferry.
Sejarah menunjukkan stigma itu akhirnya menimbulkan kebencian kepada Islam sangat dalam di berbagai belahan dunia. Perbedaan teologis yang diperburuk oleh perbedaan politik, ekonomi, dan budaya seringkali menyebabkan terjadinya ketegangan dan konflik antar negara. Namun setelah puluhan tahun berlangsung tanpa bukti-bukti ilmiah, akhirnya muncul kesadaran baru bahwa sumber ancaman dunia berasal dari ajaran Islam tidaklah benar, tidak produktif, bahkan deskruktif bagi pergaulan internasional.
"Kesadaran baru itu kini telah termanifestasikan dalam bentuk pencanangan Hari Anti Islamophobia se-Dunia pada 15 Maret 2022 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan diikuti oleh berbagai negara khususnya negara-negara Barat. Walaupun kesadaran baru di kalangan para pemimpin itu sudah terbentuk, namun ini tidak serta merta terjadi di dalam masyarakat sehingga diperlukan kebijakan afirmatif agar bisa diikuti oleh seluruh bangsa di dunia."ulasnya.
”Maka dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim pada hari ini Jumat 15 Juli 2022 Masehi, yang bertepatan dengan 15 Dzulhijjah 1443 Hijriah, kami mendeklarasikan berdirinya Gerakan Nasional Anti Islamophobia (GNAI) dengan penuh harapan semoga Allah Ta’ala meridhoinya,” tegas Ferry.
(Fahmi Firdaus )