Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

'Sunburst', Kisah Peretasan Sejumlah Kementerian AS Paling Spektakuler di Abad Ini

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 20 Juli 2022 |05:05 WIB
'Sunburst', Kisah Peretasan Sejumlah Kementerian AS Paling Spektakuler di Abad Ini
Ilustrasi/ Foto: News24
A
A
A

Serangan rantai pasokan

Sejumlah ahli mengatakan bahwa metode para peretas untuk mendapatkan akses sangat mengkhawatirkan keamanan nasional.

"Pemerintah tidak siap untuk bersaing dengan Silicon Valley dan mengembangkan rangkaian perangkat lunak mereka sendiri yang kompleks, sehingga bergantung pada rantai pasokan eksternal, yang menjadi target peretas," kata Jackie Singh, yang merupakan pakar keamanan siber terkemuka di tim kampanye Joe Biden dan pendiri Spyglass Security.

Singh mengatakan "jika sekelompok peretas yang memiliki dana besar bisa berhasil memodifikasi sebagian kode saja di suatu tempat, yang kemudian diunduh orang-orang, sebagai bagian dari rangkaian perangkat lunak yang resmi, mereka memperoleh akses ke dalam organisasi-organisasi yang kemungkinan semesterinya tidak dapat ditembus, seperti misalnya pemerintah".

Meski demikian, tidak ada yang menyarankan bahwa masyarakat umum sebaiknya menghindar dari pembaruan otomatis akibat serangan yang dapat terjadi, sebab kejadian seperti itu masih sangat langka.

 BACA JUGA:Nindy Ayunda 2 Kali Mangkir Pemeriksaan, Bakal Dijemput Paksa oleh Polisi

Rahasia negara dibobol

Namun, Brian Lord, mantan wakil direktur badan keamanan dan intelijen Inggris, GCHQ, setuju bahwa "taktik untuk memperoleh akses tersebut adalah hal yang sangat mengkhawatirkan".

Menurut Reuters, email-email yang dikirim oleh para pejabat di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS - instansi yang mengawasi keamanan perbatasan dan pertahanan dari peretasan - dipantau oleh para peretas.

Para ahli mengatakan kasus tersebut menyoroti kondisi jalur komunikasi pemerintah yang sama-sama rentan terhadap risiko-risiko peretasan seperti perusahaan swasta.

Lord, yang sekarang menjalankan sebuah perusahaan keamanan siber bernama PGI, mengatakan, "Para korban dalam hal ini memiliki peran penting dalam kesejahteraan ekonomi nasional dan pribadi kita, dan perlindungan merupakan hal penting untuk memungkinkan kita dapat berfungsi dengan aman di dunia digital.

"Fakta bahwa para peretas dapat bergerak tanpa lawan dan menyusup masuk ke dalam organisasi yang begitu besar dengan cara yang sama mestinya membuat kita semua khawatir. Spektrum kejahatan dan kerusakan yang dapat mereka lakukan adalah sangat signifikan dan bersifat global. "

Tim-tim keamanan di semua organisasi yang terkena dampak bisa perlu waktu berbulan-bulan untuk mencoba mencari tahu email apa yang dibaca, dokumen yang dicuri, atau kata sandi yang bocor dalam peretasan mereka.

Belum diketahui, dan kita mungkin tidak akan pernah diberi tahu, informasi pemerintah macam apa yang dicuri, tapi Lord mengatakan pesan-pesan yang paling rahasia semestinya tetap aman.

"Saya pikir benar untuk mengatakan bahwa lapisan keamanan tambahan di sekitar bahan-bahan 'Top Secret' (yang sangat rahasia) akan dilindungi oleh kontrol internal, jadi akses langsung ke sana tidak memungkinkan."

Para peretas mungkin tidak punya waktu atau sumber daya untuk melakukan pengawasan besar-besaran terhadap lebih dari sejumlah kecil kemungkinan korban mereka, di mana kementerian-kementerian menjadi target yang paling memungkinkan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement