Share

Imbas Inflasi Tinggi, Harga Sarapan Pagi Warga New York Ikut Melonjak

Susi Susanti, Okezone · Rabu 27 Juli 2022 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 27 18 2637133 imbas-inflasi-tinggi-harga-sarapan-pagi-warga-new-york-ikut-melonjak-M7ANNHkvM0.jpg Roti lapis isi keju, bacon, dan telur jadi sarapan utama warga New York (Foto: AP)

NEW YORK - Roti lapis isi keju, telur dan bacon adalah sarapan utama banyak warga Kota New York. Namun karena inflasi, sarapan sederhana ini tak semurah seperti dulu.

Orang-orang New York menyebut menu sarapan seperti itu “classic bodega breakfast sandwich”. Roti lapis seperti itu memang banyak ditemukan di bodega atau toko serba ada berukuran kecil, namun juga dijual di kafe atau toko makanan. Mudah dibuat, gampang dimakan dan murah.

Untuk menyesuaikan diri dengan tingkat inflasi saat ini, baik karena pandemi maupun perang Rusia dengan Ukraina, para pemilik bodega tidak punya pilihan selain menaikkan harga roti lapis itu.

 Baca juga: Kesal dengan Lemak Perut, Coba Sarapan dengan 5 Asupan Ini

Paling tidak itu diakui Francisco Marte, pemilik bodega di sebuah kawasan di Bronx. Namanya, Hudson Market Place.

Baca juga: Resep Sandwich ala Korea Isi Telur Dadar, Menu Sarapan yang Praktis dan Enak

Inflasi telah memaksanya menaikkan harga untuk segala barang dagangannya mulai dari gula hingga keripik kentang. Harga roti lapis isi bacon, telur, dan kejunya, telah naik dari USD2,50 (Rp37.000) menjadi USD4,50 (Rp67.000).

"Sejak awal tahun, mereka mulai menaikkan semua harga. Harga-harganya meroket. Semuanya terlalu tinggi. Jadi setiap kali kami pergi ke grosir untuk membeli barang, pulangnya kami terpaksa mengubah harga. Harga berubah setiap hari,” terangnya, dikutip VOA.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pekan lalu, pada tingkat grosir, inflasi naik 11,3 persen pada Juni lalu dibandingkan dengan Juni tahun sebelumnya. Di tingkat produsen, harga telah melonjak hampir 18 persen untuk barang dan hampir delapan persen untuk jasa dibandingkan dengan Juni 2021.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

"Kami melihat kenaikan harga yang cukup dramatis di tingkat grosir. Selama beberapa waktu, harga semua barang meningkat cukup stabil. Konsumen kini mulai merasakannya. Sungguh sangat disayangkan karena tidak ada seorang pun yang menginginkannya. Kenaikan ini mulai terjadi pada Januari 2021, dan meningkat secara konstan,” terang Katie Denis, juru bicara Asosiasi Merek Konsumen, sebuah kelompok perdagangan yang mewakili 2.000 merek yang diproduksi perusahaan-perusahaan makanan, perawatan pribadi, dan pembersih.

Tidak cuma kenaikan harga roti lapis yang dirasakan warga New York, tapi juga minuman-minuman yang menyertai sarapan pagi, seperti kopi.

Peter Evangelista, pelanggan bodega milik Marte, mengatakan ia tetap membutuhkan kopi paginya berapa pun harganya.

"Saya tidak tahu persis berapa harganya, tetapi apa pun yang ia tagih kepada saya, saya harus membayar. Saya ingin kopi, jadi saya akan membayarnya,” ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini