Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kapolda Metro Perintahkan Anak Buahnya untuk Hentikan Kasus Hoaks Profil Dirinya

Erfan Maaruf , Jurnalis-Minggu, 31 Juli 2022 |13:20 WIB
Kapolda Metro Perintahkan Anak Buahnya untuk Hentikan Kasus Hoaks Profil Dirinya
Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran (foto: dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran memerintahkan anak buahnya untuk menghentikan kasus pengubah biodata pada situs Wikipedia, yang diedit dengan ditambahkan narasi menerima suap dalam penanganan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabrat alias Brigadir J.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan, Irjen Fadil menyampaikan bahwa kasus tersebut dihentikan. Penghentian kasus atas perintah langsung dari Kapolda Irjen Po Fadil Imran.

"(Sesuai arahan Pak Kapolda kasus telah resmi) Dihentikan," kata Zulpan saat dikonfirmasi, Minggu (31/7/2022).

 BACA JUGA:Momen Kapolda Metro Maafkan dan Tanya Alasan Pengedit Profilnya, Jawabannya Mengejutkan

Sebelumnya, Zulpan menegaskan bahwa Irjen Fadil tidak melaporkan pengedit video. Adapun yang membuat laporan itu diketahui berasal dari salah satu organisasi masyarakat, bukan Irjen Fadil.

"Pak Kapolda tidak melaporkan sama sekali," katanya.

 BACA JUGA:Biodatanya Diedit, Kapolda Metro Tetap Fokus Kerja

Sebelumnya diberitakan, biodata Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran dalam situs Wikipedia diedit dengan ditambahkan narasi menerima suap dalam penanganan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabrat alias Brigadir J. Atas hal itu, Organisasi masyarakat (Ormas) Sahabat Polisi Indonesia membuat laporan polisi.

Sahabat Polisi Indonesia membuat laporan dugaan penyebaran berita bohong terhadap Irjen Fadil di Polda Metro Jaya. Adapun Ketua Umum Ormas Sahabat Polisi Indonesia, Fonda Tangguh menyebut yang dilaporkan adalah akun anonim yang mengedit biodata Fadil.

"Ini sangat-sangat enggak baik, enggak bagus ini, informasi liar yang akan menimbulkan opini publik yang enggak jelas," katanya.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement