Share

Palsukan Puluhan Sertifikat Tanah, Mantan Kades di Banyuasin Ditangkap

Dede Febriansyah, MNC Portal · Senin 01 Agustus 2022 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 01 610 2640027 palsukan-puluhan-sertifikat-tanah-mantan-kades-di-banyuasin-ditangkap-6jxAhqLjbL.jpg Seorang mantan kades di Banyuasin ditangkap terkait kasus pemalsuan sertifikat tanah. (Ilustrasi/Freepik)

PALEMBANG - Mantan Kepala Desa Rimba Jaya, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, Efendi Koyen (53), ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel karena terlibat dalam kasus pemalsuan sertifikat tanah.

Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, Kompol Agus Prihadinika mengatakan, selain tersangka Efendi, pihaknya menangkap Yudi Sandra (34), warga Siring Agung, Ilir Barat I, Palembang. Keduanya diduga bekerja sama dalam pemalsuan sertifikat tanah.

Kompol Agus mengungkapkan, penangkapan kedua tersangka tersebut usai pihaknya membentuk tim khusus (timsus) pemberantas mafia tanah.

"Setelah timsus mafia tanah ini dibentuk, kita berhasil menangkap dua orang pelaku pemalsuan puluhan sertifikat hak milik (SHM) program PTSL," ujar Kompol Agus Prihadinika, Senin (1/8/2022).

Kasubdit mengungkapkan, kedua mafia tanah tersebut ditangkap di lokasi berbeda. Yudi ditangkap di Palembang dan Efendi ditangkap Banyuasin. Semuanya ditangkap tanpa perlawanan.

"Pukul 20.00 WIB, pelaku Yudi ditangkap di tempat persembunyiannya di salah satu hotel di kota Palembang. Kemudian pukul 23.30 WIB pelaku Fendi ditangkap di rumahnya di wilayah Banyuasin," tuturnya.

Dengan modus memanfaatkan program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL), kata Kompol Agus, timsus mengamankan puluhan berkas yang diduga sertifikat tanah palsu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Yudi ini berperan sebagai editornya dan juga mengaku sebagai pegawai kantor pertanahan (BPN) Banyuasin. Sedangkan Efendi dia itu merupakan mantan Kades," kata Agus.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 19 SHM program PTSL palsu, 16 bundel Surat Pengakuan Hak (SPH) dan sejumlah peralatan, beserta perlengkapan percetakan.

"Sementara ini ada sekitar 19 SHM PTSL palsu yang kita sita. Saat ini kita masih terus melakukan pengembangan, baik terhadap pelaku maupun terhadap saksi korban lainnya. Saat ini yang sudah terdata ada 26 SHM palsu," ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini