Pada hari itu umat Hindu dianjurkan tidak melakukan kegiatan menebang pohon, memangkas rumput, menggoreng di atas api unggun, atau membajak tanah. Aktivitas-aktivitas seperti itu harus dihindari demi keselamatan ular.
Puasa juga sering dilakukan oleh perempuan untuk mendoakan umur panjang bagi saudara laki-laki mereka. Konon, Satyeshwari, Dewi Inferior, meninggal sehari sebelum Nag Panchami sewaktu ia meratapi kematian saudara laki-lakinya tanpa makan sedikit pun.
Karena ular menyukai susu, wadah-wadah susu ditempatkan di dekat lubang ular. Kepercayaan mengatakan bahwa jika seekor ular meminum susu dari wadah itu, keberuntungan yang tak ada habisnya diberikan kepada penyedianya.
India Tengah merupakan pusat perayaan Nag Panchami. Nagpur, ibu kota musim dingin negara bagian Maharasthra, dulunya penuh dengan ular dan karena itu dinamai 'nag'. Di kota tersebut ada kegiatan beribadah yang disebut Nagdwaryatra. Pada acara itu berbagai makanan dipersembahkan kepada ular. Di kota itu, sejumlah pawang ular membawa kobra yang sudah dilumpuhkan kemampuannya menyemburkan bisa beracun, dari satu rumah ke rumah lainnya untuk mencari sedekah.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.