Share

4 Ilmuwan yang Menyesali Temuan Mereka Karena Mengakibatkan Jutaan Orang Terbunuh

Tim Okezone, Okezone · Selasa 09 Agustus 2022 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 08 18 2644285 4-ilmuwan-yang-menyesali-temuan-mereka-karena-mengakibatkan-jutaan-orang-terbunuh-zJwYFo962o.JPG Alfred Nobel/ Foto: BBC

JAKARTA - Empat tokoh ini berhasil mewarnai sejarah peradaban manusia melalui temuannya di bidang fisika, teknik sipil, biologi, dan pertahanan.

Namun, belakangan empat tokoh ini mengaku menyesal karena temuan mereka juga menyebabkan kerusakan dan tewasnya jutaan orang di dunia.

 BACA JUGA:Bertambah, Kapolri dan Timsus Umumkan Tersangka Baru Kasus Penembakan Brigadir J Besok

Berikut empat tokoh ilmuwan yang berhasil mengubah peradaban dunia dengan buah pikirnya, namun menyesal karena di sisi lain juga menyebabkan kehancuran yang tak terbayangkan sebelumnya, seperti dilansir dari BBC.

1. J. Robert Oppenheimer, bapak bom atom

Oppenheimer (1904-1967) adalah ahli fisika teori berkebangsaan Amerika Serikat.

Saat Amerika menjalankan Proyek Manhattan, penelitian di era Perang Dunia II untuk membuat senjata nuklir, Oppenheimner menjabat sebagai direktur Laboratorium Los Alamos dan bertanggung jawab melakukan riset dan desain bom atom.

Dari sini ia mendapat julukan 'bapak bom atom'. Keputusan AS mengembangkan bom atom antara lain didorong oleh surat yang dikirim fisikawan kenamaan Albert Einstein kepada Presiden AS Franklin Roosevelt, yang memperingatkan kemungkinan munculnya bencana kemanusiaan jika NAZI berhasil mengembangkan dan membuat bom atom.

Ketika Proyek Manhattan diluncurkan pada kuartal ketiga 1942, penelitian Oppenheimer tentang bom atom sudah sangat dalam.

Jenderal Leslie Groves, direktur Proyek Manhattan, mengakui kepiawaian Oppenheimer.

 BACA JUGA:Mahfud MD Sebut Sopir Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka Ketiga Terkait Kematian Brigadir J

Ahli sejarah Alex Wellerstein mengungkapkan Oppenheimer terlihat dalam setiap tahapan penting pengembangan bom atom.

"Ia sendiri yang memutuskan bagaimana sebaiknya bom atom digunakan. Ia meminta agar bom atom tidak dijatuhkan di kota-kota besar. Ia juga masuk dalam komite yang memutuskan di mana saja bom-bom atom akan dijatuhkan," kata Wellerstein, dilansir dari BBC, Senin (8/8/2022).

Kurang dari tiga tahun setelah Groves menunjuk Oppenheimer sebagai direktur pengembangan senjata, Amerika menjatuhkan dua bom atom di Jepang.

Jumlah korban meninggal di kedua kota ini antara 129.00 hingga 226.000 orang. Tingginya korban akibat bom ini membuat Oppenheimer sangat menyesal.

Dua bulan setelah bom atom dijatuhkan di Jepang, Oppenheimer mundur dari jabatannya sebagai direktur Laboratorium Los Alamos.

Pada 1947 hingga 1952 ia menjabat sebagai penasihat Komisi Energi Atom Amerika Serikat, posisi yang ia manfaatkan untuk mendorong perlunya kontrol internasional untuk mencegah proliferasi senjata nuklir dan juga mendesak penghentian perlombaan senjata antara AS dan Uni Soviet.

Sebelum bom atom memporak-porandakan Hiroshima dan Nagasaki, masing-masing pada 6 dan 9 Agustus 1945 yang menewaskan puluhan ribu orang, Oppenheimer pernah berujar, yang kemudian banyak diterjemahkan sebagai penyesalan.

 BACA JUGA:KPU: Pemerintah Telah Setujui Kenaikan Honor Badan Ad Hoc untuk Pemilu dan Pilkada 2024

Pada 16 Juli 1945 tim Oppenheimer berhasil melakukan uji coba ledakan bom atomi Alamogordo, New Mexico.

Pagi itu, dari kejauhan, ia melihat efek ledakan berupa awan jamur yang membumbung tinggi ke angkasa.

Ia berujar, "Saya teringat dengan kalimat di kitab Hindu, Bhagavad-Gita ... 'Sekarang saya menjadi Kematian, sang penghancur dunia'."

Pada Oktober 1945, ia bertamu ke Presiden AS Harry S. Truman dan mengatakan karena bom nuklir di Jepang, tangannya sekarang berlumuran darah.

Sang presiden menampik kata-kata Oppenheimer. Truman mengatakan darah itu ada di tangannya dan biarlah dirinya yang bertanggung jawab.

2. Mikhail Kalashnikov, kreator senapan AK-47

Kalashnikov adalah perancang salah satu senapan yang paling dikenal di muka bumi, senapan semiotomatis AK-47.

Padahal awalnya, warga Rusia tersebut pada 1947 "sekadar" ingin membuat senapan yang sederhana, tahan banting dan dapat diandalkan.

Dalam perjalanannya, senapan yang diberi nama AK-47 itu menjadi senjata andalan tentara Soviet, Rusia, dan puluhan negara lain. Bahkan, senjata itu pun digunakan oleh pemberontak di berbagai belahan dunia.

Popularitas AK-47 tak lepas dari desainnya yang sederhana, mudah diproduksi, dan mudah dirawat.

 BACA JUGA:Lakukan Sauna Tidak Lebih dari 20 Menit, Rasakan Manfaatnya!

Apa tanggapan Kalashnikov? Dalam hidupnya ia tak banyak mengeluarkan penyesalan secara terbuka. Bahkan, suatu ketika ia berujar, "Saya bisa tidur nyenyak."

Tapi menjelang kematiannya, ia mengakui merasakan "penderitaan spiritual yang sangat perih".

Dalam surat kepada Gereja Ortodoks Rusia, seperti dibocorkan oleh media di Rusia satu bulan setelah kematiannya, Kalashnikov mengatakan ia merasa bertanggung jawab atas kematian yang disebabkan senapan AK-47.

"Luka spiritual saya tak tertahankan. Saya terus bertanya ke diri saya sendiri. Jika senapan yang saya rancang membuat sengsara .... sebagai pemeluk Kristen Ortodoks apakah saya juga adalah penyebab kematian mereka," tulis Kalashnikov.

3. Alfred Nobel, penemu dinamit

Publik mengenal Nobel yang lahir pada 21 Oktober 1833 sebagai figur yang aktif mempromosikan kemajuan ilmu pengetahuan dan perdamaian, yang namanya diabadikan sebagai penghargaan bergengsi tahunan, Hadiah Nobel.

Namun, di balik itu dia juga penemu dinamit, yang ia patenkan pada 1867. Nobel sendiri sampai ia meninggal memiliki 355 paten.

Penemuan ini membuka era baru di bidang konstruksi, selain juga mendatangkan kekayaan ke sang penemu.

Namun, dinamit tidak hanya dipakai untuk kepentingan sipil. Militer juga memanfaatkan temuan ini, yang menyebabkan jatuhnya korban ratusan ribu orang.

Di surat wasiat yang ditinggalkan Nobel, ia antara lain meminta kekayaannya dimanfaatkan untuk mendirikan yayasan.

Dan berdirilah Yayasan Nobel yang merayakan pencapaian ilmu pengetahuan dan perdamaian.

Sebelum meninggal dunia di San Remo, Italia, pada 10 Desember 1896, Nobel dikatakan dihantui oleh kematian dan kerusakan yang diakibatkan oleh temuannya.

4. Arthur Galston, penemu Agen Oranye

 BACA JUGA:4 Potret Visual Cantik Manohara, bak Putri Bangsawan!

Ilmuwan Amerika Serikat, Arthur Galston, tak pernah membayangkan temuannya menjadi senjata perang, yang dikenal dengan Agen Oranye.

Galston bereksperimen dengan asam triiodobenzoic yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan tanaman kacang kedelai dan membuat tanaman ini tumbuh lebih cepat.

Namun diketahui pula, pemakaian yang berlebihan akan membuat daun-daun tanaman menjadi rontok. Temuan Galston tak terbatas pada bidang pertanian saja.

Ilmuwan-ilmuwan lain menggunakan asam triiodobenzoic untuk membuat Agen Oranye, herbisida yang bisa menggunduli hutan dan tanaman.

Inilah yang dilakukan militer Amerika Serikat dalam Perang Vietnam 1955-1975.

Mulai 1962 hingga 1970, tentara AS menjatuhkan kurang lebih 20 juta galon herbisida untuk merusak tanaman dan membongkar posisi serta rute yang dipakai oleh gerilyawan Viet Cong.

Agen Oranye tidak hanya merusak tanaman tapi juga berbahaya bagi kesehatan manusia.

Komponen Agen Oranye yang paling berbahaya adalah dioxin, polutan yang bisa bertahan hingga beberapa dekade dan dapat memicu kanker, cacat bagi bayi dalam kandungan, masalah infertilitas, dan serangan terhadap sistem syaraf dan sistem kekebalan.

Peringatan yang dikeluarkan Galston dan sejumlah saintis lain mendorong pemerintah AS melakukan kajian.

Setelah hasilnya keluar, presiden AS ketika itu, Richard Nixon, memerintahkan penghentian penyemprotan Agen Oranye.

Pemanfaatan temuannya untuk kepentingan yang merusaknya membuatnya sadar bahwa temuan ilmiah apa pun bisa dibelokkan dan berdampak negatif.

Dan baginya, Agen Oranye adalah "penyalahgunaan sains".

"Sains sejatinya dikembangkan untuk meningkatkan kehidupan manusia, bukan malah untuk menghancurkannya ... dan penggunaannya sebagai senjata militer bagi saya itu sesuatu yang sangat tidak dianjurkan," ujar Galston.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini