JAKARTA - Empat tokoh ini berhasil mewarnai sejarah peradaban manusia melalui temuannya di bidang fisika, teknik sipil, biologi, dan pertahanan.
Namun, belakangan empat tokoh ini mengaku menyesal karena temuan mereka juga menyebabkan kerusakan dan tewasnya jutaan orang di dunia.
BACA JUGA:Bertambah, Kapolri dan Timsus Umumkan Tersangka Baru Kasus Penembakan Brigadir J Besok
Berikut empat tokoh ilmuwan yang berhasil mengubah peradaban dunia dengan buah pikirnya, namun menyesal karena di sisi lain juga menyebabkan kehancuran yang tak terbayangkan sebelumnya, seperti dilansir dari BBC.
1. J. Robert Oppenheimer, bapak bom atom
Oppenheimer (1904-1967) adalah ahli fisika teori berkebangsaan Amerika Serikat.
Saat Amerika menjalankan Proyek Manhattan, penelitian di era Perang Dunia II untuk membuat senjata nuklir, Oppenheimner menjabat sebagai direktur Laboratorium Los Alamos dan bertanggung jawab melakukan riset dan desain bom atom.
Dari sini ia mendapat julukan 'bapak bom atom'. Keputusan AS mengembangkan bom atom antara lain didorong oleh surat yang dikirim fisikawan kenamaan Albert Einstein kepada Presiden AS Franklin Roosevelt, yang memperingatkan kemungkinan munculnya bencana kemanusiaan jika NAZI berhasil mengembangkan dan membuat bom atom.
Ketika Proyek Manhattan diluncurkan pada kuartal ketiga 1942, penelitian Oppenheimer tentang bom atom sudah sangat dalam.
Jenderal Leslie Groves, direktur Proyek Manhattan, mengakui kepiawaian Oppenheimer.
BACA JUGA:Mahfud MD Sebut Sopir Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka Ketiga Terkait Kematian Brigadir J
Ahli sejarah Alex Wellerstein mengungkapkan Oppenheimer terlihat dalam setiap tahapan penting pengembangan bom atom.
"Ia sendiri yang memutuskan bagaimana sebaiknya bom atom digunakan. Ia meminta agar bom atom tidak dijatuhkan di kota-kota besar. Ia juga masuk dalam komite yang memutuskan di mana saja bom-bom atom akan dijatuhkan," kata Wellerstein, dilansir dari BBC, Senin (8/8/2022).
Kurang dari tiga tahun setelah Groves menunjuk Oppenheimer sebagai direktur pengembangan senjata, Amerika menjatuhkan dua bom atom di Jepang.
Jumlah korban meninggal di kedua kota ini antara 129.00 hingga 226.000 orang. Tingginya korban akibat bom ini membuat Oppenheimer sangat menyesal.
Dua bulan setelah bom atom dijatuhkan di Jepang, Oppenheimer mundur dari jabatannya sebagai direktur Laboratorium Los Alamos.