Share

China Terbitkan 'Buku Putih' Terkait Taiwan, Peringatkan Tidak Akan Tolerir Separatis

Susi Susanti, Okezone · Rabu 10 Agustus 2022 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 18 2645529 china-terbitkan-buku-putih-terkait-taiwan-peringatkan-tidak-akan-tolerir-separatis-Vcf2bK1GxV.jpg Konflik China-Taiwan kian memanas (Foto: AFP)

BEIJING - China pada Rabu (10/8/2022) bersumpah tidak akan menoleransi "kegiatan separatis" di Taiwan dan menegaskan kembali bahwa mereka akan mengambil pulau yang diperintah sendiri dengan paksa jika perlu.

Kantor Urusan Taiwan China pada Rabu (10/8/2022) mengeluarkan 'buku putih' yang menguraikan bagaimana mereka bermaksud untuk mengklaim pulau itu melalui berbagai insentif ekonomi dan tekanan militer.

"Kami siap untuk menciptakan ruang yang luas untuk reunifikasi damai, tetapi kami tidak akan meninggalkan ruang untuk kegiatan separatis dalam bentuk apa pun," tulis buku putih itu, dikutip CNA.

 Baca juga: Rilis Buku Putih Soal Taiwan, China Tegaskan Tentang Reunifikasi

“China tidak akan meninggalkan penggunaan kekuatan, dan kami memiliki opsi untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan,” lanjutnya.

 Baca juga: Taiwan Akan Gelar Latihan Militer Tembakan Langsung, Kerahkan 40 Senjata Berat Howitzer dan Ratusan Tentara

"Kami hanya akan dipaksa untuk mengambil tindakan drastis untuk menanggapi provokasi elemen separatis atau kekuatan eksternal jika mereka melewati garis merah kami,” ungkapnya.

China terakhir mengeluarkan buku putih tentang Taiwan pada 2000. Buku putih China menjanjikan kemakmuran ekonomi Taiwan serta "keamanan dan martabat yang lebih besar" setelah "penyatuan kembali".

Namun tawaran itu datang di bawah bayang-bayang latihan militer terbesar yang dilakukan China di sekitar pulau itu, termasuk pelatihan untuk blokade.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

China diketahui menggelar latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan yang dipicu kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi.

Latihan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran bahwa kepemimpinan Komunis China dapat bersiap untuk invasi. Latihan itu awalnya diharapkan selesai pada Minggu (7/8/2022), tetapi berlanjut hingga pekan ini tanpa konfirmasi kapan akan berakhir.

Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) pada Rabu (10/8/2022) merilis rincian latihan yang dilakukan sehari sebelumnya di sekitar Taiwan.

Komando Teater Timur PLA mengatakan latihan pada Selasa (9/8/2022) berfokus pada pembentukan dominasi udara, merilis video dan foto jet tempur lepas landas dan melakukan manuver - termasuk pengisian bahan bakar dalam penerbangan dari sebuah kapal tanker.

Sementara itu, Taiwan menuduh China menggunakan kunjungan Pelosi sebagai alasan untuk berlatih melakukan invasi.

Taiwan juga telah melakukan latihan militernya sendiri untuk mempersiapkan serangan di pulau itu. Mereka juga merilis erilis rekaman pasukan udara, darat dan lautnya pada Rabu (10/8/2022) untuk menanggapi latihan militer yang dilakukan China.

Latihan Taiwan ini memicu peringatan China lainnya pada Selasa (9/8/2022).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan setiap konspirasi untuk menolak reunifikasi melalui senjata akan berakhir dengan kegagalan seperti belalang mencoba menghentikan kereta.

Peringatan dari Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai wilayahnya, datang setelah berhari-hari latihan militer China yang belum pernah terjadi sebelumnya di sekitar Taiwan.

Pada kunjungan pekan lalu, Pelosi menjadi pejabat tertinggi AS yang mengunjungi Taiwan dalam beberapa dasawarsa meskipun ada ancaman keras dari China, yang mencoba membuat Taipei tetap terisolasi di panggung dunia.

Seperti diketahui, sejak akhir 1990-an, pulau itu telah berubah dari otokrasi menjadi demokrasi yang dinamis, dan identitas Taiwan yang berbeda telah muncul.

Hubungan antara kedua belah pihak telah memburuk secara signifikan sejak Tsai Ing-wen menjadi Presiden pada 2016.

Tsai dan Partai Progresif Demokratiknya tidak menganggap Taiwan sebagai bagian dari China.

Platform mereka berada di bawah definisi luas China tentang separatisme Taiwan, yang juga mencakup mereka yang mengadvokasi pulau itu untuk memiliki identitas yang terpisah dari daratan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini