Share

Polda Lampung Limpahkan Perkara Mantan Petinggi Khilafatul Muslimin ke Kejaksaan

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 18 Agustus 2022 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 340 2650094 polda-lampung-limpahkan-perkara-mantan-petinggi-khilafatul-muslimin-ke-kejaksaan-dsyKKumSQD.jpg Polisi limpahkan berkas Khilafatul Muslimin ke Kejaksaan (Foto: Antara)

BANDARLAMPUNG - Polda Lampung melimpahkan mantan petinggi Khilafatul Muslimin, Abu Bakar, tersangka tindak pidana penyiaran berita hoaks ke Kejaksaan Negeri Bandarlampung.

"Dit Reskrimum Polda Lampung telah resmi melimpahkan tersangka Abu Bakar berikut barang bukti," kata Kasubbid Penmas Polda Lampung AKBP Rahmad Hidayat dilansir Antara, Kamis (18/8/2022).

Dia mengatakan tersangka Abu Bakar bersama barang bukti telah dilimpahkan ke Kejari Bandarlampung. Pelimpahan tersangka Abu Bakar dengan tujuan untuk selanjutnya dapat disidangkan.

"Kita limpahkan perkara ini menyusul Kejaksaan telah menyatakan berkas perkara lengkap atau P21," kata dia.

Rahmad menambahkan dalam perkara tersebut Dit Reskrimum Polda Lampung telah melakukan pemeriksaan sebanyak 19 orang saksi dan enam orang saksi ahli.

Baca juga: Polisi Temukan Uang Rp2,3 Miliar di Brankas Organisasi Khilafatul Muslimin

Penetapan tersangka Abu Bakar bermula saat dirinya pada 7 Juni 2022 mengeluarkan statemen bohong dan kata-kata yang bertentangan dengan UU.

Baca juga: Menteri Penerimaan Zakat Khilafatul Muslimin Ditangkap di Lampung

Saat itu, tersangka menyampaikan berita atau kabar bohong saat Dit Reskrimum Polda Metro Jaya menangkap Kholifah Khilafatul Muslimin Abdul Qodir Hasan Baraja di Kantor Pusat Khilafatul Muslimin di Bandarlampung pada Juni 2022.

Abu Bakar di hadapan media dan sejumlah warga Khilafatul Muslimin berbicara dengan nada keras mengeluarkan kata-kata dengan kalimat _JOKOWI_KOMUNIS PEMERINTAH ANTI ISLAM,_HATI-HATI UMAT ISLAM ORANG SHALAT DITANGKAP,_ sehingga ucapan nya tersebut terdengar di kalangan masyarakat banyak.

"Dirinya dengan sadar memberikan statemen di depan media dan masyarakat. Atas perkara yang menjeratnya, dirinya disangkakan melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 15 UU RI No.1 Tahun 1945 tentang Peraturan Hukum Pidana atau Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 huruf a ayat 2 UU RI No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman 15 tahun penjara," katanya.

Baca juga: Puluhan Anggota Khilafatul Muslimin Sukabumi Deklarasikan Setia kepada NKRI

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini