Share

Ketika Ikan dan Kepiting Wajib Swab karena Kasus Covid-19 Melonjak

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 19 Agustus 2022 18:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 18 2650925 ketika-ikan-dan-kepiting-wajib-swab-karena-kasus-covid-19-melonjak-cK9qPm9cKR.jpg Ikan dan kepiting wajib swab karena kasus Covid-19 melonjak di China (Foto: Jinan Times)

CHINA - Lebih dari lima juta orang di kota pesisir China, Xiamen, diperintahkan untuk menjalani tes uji Covid-19 selama pekan ini. Otoritas lokal meminta hal ini setelah mereka mendeteksi sekitar 40 kasus positif virus tersebut.

Namun perintah tersebut tidak hanya untuk manusia. Pemberitahuan resmi menyatakan, sejumlah binatang laut juga diharapkan menjalani tes uji Covid massal terbaru.

Komite Pengendalian Pandemi Maritim di Distrik Jimei, Xiamen, dalam beberapa pekan terakhir menyatakan bahwa sekembalinya dari menjaring ikan, nelayan dan binatang laut yang mereka bawa harus menjalani tes uji Covid.

Baca juga:  Sebut Penerima Vaksin Covid-19 Berisiko Tertular AIDS, Presiden Brasil Dituduh Beri Imbauan Sesat

Di tengah meluasnya kasus positif di daerah itu, sebuah rekaman video beredar di beberapa media sosial, termasuk TikTok versi lokal, Douyin, yang menunjukkan sejumlah petugas medis melakukan tes PCR kepada ikan dan kepiting hidup.

Sebuah rekaman yang beredar Maret 2022 memperlihatkan tes uji Covid dilakukan terhadap sejumlah ikan.

Baca juga: China Laporkan 2.116 Kasus Baru Covid-19, Naik dari Hari Sebelumnya 

Meskipun ini mungkin terlihat tidak biasa, ini bukan pertama kalinya ikan hidup diuji untuk melacak Covid.

"Kami telah mengambil pelajaran dari Hainan, yang menghadapi wabah parah," kata seorang pegawai di Biro Pengembangan Kelautan Kota Xiamen kepada surat kabar South China Morning Post, dikutip BBC.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Pegawai pemerintahan itu berkata, meluasnya penularan Covid berpotensi dipicu kontak antara nelayan lokal dan nelayan dari luar negeri.

Tercatat lebih dari 10.000 kasus positif Covid-19 terjadi sejak awal Agustus di Provinsi Hainan, kawasan China selatan. Sama seperti Xianmen, Hainan berada di wilayah pesisir.

Otoritas lokal yakin penularan Covid yang meluas saat ini berkaitan dengan komunitas nelayan.

Media massa di China telah lama menyatakan keprihatinan bahwa kehidupan laut mungkin memiliki hubungan dengan virus corona. Wabah Covid-19 pertama kali dikaitkan dengan pasar hewan dan binatang laut di kota Wuhan, China.

Meskipun binatang laut tidak mungkin menjadi inang virus corona, banyak kasus penularan di China dikaitkan dengan para pekerja pelabuhan, termasuk para pekerja di pasar khusus binatang laut.

Pada Juni 2020, penularan Covid yang meluas sempat memicu kepanikan warga yang biasa mengonsumsi salmon.

Media massa milik pemerintah China pada saat itu melaporkan, Covid-19 terdeteksi pada talenan yang digunakan untuk memotong salmon impor.

Tidak hanya menyebabkan restoran dan supermarket menarik salmon dari tempat penyimpanan mereka, isu itu juga sempat menghentikan impor salmon ke China.

Kepanikan kala itu menyebar ke seluruh negeri dan memicu kecemasan soal dampak mengkonsumsi hidangan laut.

Ikan bukan satu-satunya binatang yang menjalani pengujian Covid-19 dalam upaya pemerintah China memusnahkan virus corona selama dua tahun terakhir.

Pada Mei lalu, media resmi China mengedarkan rekaman kuda nil yang sedang diuji di taman margasatwa di Huzhou, Zhejiang timur. Laporan itu menyebut bahwa hewan itu perlu dites dua kali seminggu.

Menurut media terkemuka di China, alasan pemerintah China melakukan hal itu adalah untuk memastikan keselamatan hewan, turis, dan pengunjung ke tempat yang dihuni binatang-binatang itu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini