Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Operasi Gagak Hitam, Cara Belanda Jajah Indonesia Jiplak Nazi Jerman Taklukkan Rusia

Solichan Arif , Jurnalis-Jum'at, 19 Agustus 2022 |23:29 WIB
Operasi Gagak Hitam, Cara Belanda Jajah Indonesia Jiplak Nazi Jerman Taklukkan Rusia
Illustrasi (foto: dok wikipedia)
A
A
A

Mereka diangkut oleh 18 pesawat angkut C-47 Dakota milik Angkatan Laut Kerajaan Belanda yang berangkat dari bandar udara Andir (sekarang Bandara Husein Sastranegara Bandung).

Jenderal Spoor yang memimpin serangan dari atas pesawat B-25 Mitchell langsung melanjutkan perjalanan ke pangkalan Kalibanteng Semarang. Ia ingin mengecek kesiapan pasukan Grup Tempur A yang ditugasi merebut Yogya dari darat sekaligus menangkap para pemimpin republik hidup atau mati.

Jenderal Spoor sudah tidak sabar ingin segera memenangkan perangnya. Pasukan dikerahkan untuk mengepung dan menyerang dari arah barat laut dan tenggara. Dari Salatiga, Pasukan Grup Tempur B yang dipimpin Kolonel de Vries bergerak menuju Solo.

Dalam dua hari Solo ditarget bisa dikuasai, dan pasukan langsung melanjutkan gerak ke Yogya. Secara bersamaan, satu batalyon Grup Tempur C dari Demak bergerak ke Rembang, dengan tujuan menguasai Cepu (Kabupaten Blora). Begitu juga Brigade Tempur Marinir yang melakukan pendaratan amfibi di Tuban juga bergerak menuju Cepu.

Setelah Cepu dikuasai, Pasukan Tempur Marinir Belanda ini membawa misi melanjutkan serangan ke wilayah Kediri. Target utamanya menguasai wilayah Jawa Timur. “Terutama di daerah terkonsentrasinya pasukan TNI seperti Malang, Kediri dan Madiun,” demikian dikutip dari Kode Untuk Republik, Peran Sandi Negara di Perang Kemerdekaan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement