Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah Targetkan 60 Persen Produksi Alkes Gunakan Komponen Lokal

Dimas Choirul , Jurnalis-Minggu, 28 Agustus 2022 |06:15 WIB
Pemerintah Targetkan 60 Persen Produksi Alkes Gunakan Komponen Lokal
Ilustrasi/ Doc: Website Kemenkes
A
A
A

JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan 60% produksi alat kesehatan (Alkes) dalam negeri gunakan komponen lokal. Target tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa Alkes di Indonesia baik yang sudah jadi maupun bahan bakunya, masih didominasi impor.

 BACA JUGA:Didukung PPP Lampung Jadi Capres 2024, Sandiaga: Nanti Elite Partai yang akan Menentukan

“Kalau sekarang masih ada beberapa komponen dari luar negeri tidak apa-apa. Tapi kita tidak bisa melakukan ini terlalu lama. Keinginan kita sekitar 50-60% alat kesehatan dan obat-obatan dari hulu sampai ke hilir harus dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri,” kata Menkes di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah pada Sabtu (27/8/2022).

Budi menjabarkan, di tahun 2019-2020 saja, transaksi Alkes impor mencapai 88%, sementara untuk produk lokal hanya berkisar 12%. Padahal dari total 496 jenis alkes yang ditransaksikan di kurun waktu 2019-2020 tersebut, ada 152 Alkes yang sebenarnya mampu diproduksi sendiri.

 BACA JUGA:Hujan Deras sebabkan Jalan Alternatif Gunung Geulis-Gadog Tertutup Longsor

Menurutnya, rendahnya penggunaan Alkes produk lokal ini ditengarai keterbatasan teknologi dan implementasi regulasi penggunaan produk dalam negeri.

Hal ini semakin diperburuk saat awal pandemi COVID-19, yang mana Indonesia di kesulitan mendapatkan alat kesehatan karena adanya lockdown serta pembatasan mobilitas manusia maupun barang untuk mengurangi transmisi virus.

“Saat pandemi kemarin terasa sekali, cari masker susah, APD susah. Untuk memastikan adanya kemandirian alat kesehatan dalam negeri, kita melakukan transformasi kesehatan utamanya pilar ketiga yakin transformasi ketahanan sistem kesehatan, jadi kalau ada pandemi lagi kita tidak bergantung dengan negara lain,” ungkap Menkes.

Melalui transformasi ini, lanjutnya, perlahan Indonesia mampu memproduksi alat-alat kesehatan untuk memenuhi kebutuhan nasional. Kendati baru mampu menghasilkan alat-alat kesehatan berteknologi rendah, ia berharap industri kesehatan Indonesia terus berkembang, sehingga nantinya mampu memproduksi alkes berteknologi tinggi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement