Share

5 Negara Paling Tercemar di Asia, dari Pakistan hingga India

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 30 Agustus 2022 05:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 29 18 2656612 5-negara-paling-tercemar-di-asia-dari-pakistan-hingg-india-slbDUsHez5.jpg Ilustrasi (Foto : Reuters)

ADA banyak macam pencemaran yang mampu memberikan dampak negatif pada lingkungan alam, di antaranya adalah pencemaran udara, air, tanah. Pencemaran udara banyak berkontribusi pada terjadinya berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan hingga menyebabkan cacat bawaan.

Indikator pencemaran udara adalah tingginya konsentrasi partikel halus atau PM2.5 di udara. Melansir dari laman worldpopulationreview.com, berikut ini adalah beberapa negara tercemar di Asia yang masuk ke dalam jajaran negara dengan tingkat pencemaran udara tertinggi di dunia tahun 2022.

1. Bangladesh

Bangladesh merupakan negara yang letaknya berada di Benua Asia bagian Selatan. Dihuni oleh 171.186.372 jiwa, negara ini menempati posisi pertama sebagai negara paling tercemar di dunia maupun Asia dengan konsentrasi PM2.5 rata-rata sebesar 83,3 g/m³. Selain itu, kota paling tercemar di dunia juga ada di negara ini, yaitu Dhaka.

Salah satu polutan lingkungan yang dominan mencemari Bangladesh adalah polusi udara. Di Bangladesh ada industri besar batu bata yang setiap saatnya melakukan proses pembakaran dan menghasilkan asap dan debu dalam jumlah yang besar.

2. Pakistan

Masih terletak di Asia Selatan, negara kedua paling tercemar adalah Pakistan dengan konsentrasi PM2.5 rata-rata sebesar 65,81 g/m³. Tingkat Indeks Kualitas Udara di Punjab secara konsisten berada di antara peringkat "hampir tidak sehat" atau "sangat tidak sehat."

Kondisi ini diperburuk dengan adanya peningkatan jumlah kendaraan di jalan, industri batu bata dan baja, serta sampah. Proses pembakaran dalam kendaraan dan industri itu meningkatkan polusi udara di negara Pakistan.

3. Mongolia

Selanjutnya ada Mongolia, negara yang terletak di Asia Timur. Negara ini termasuk dalam negara paling tercemar dengan konsentrasi PM2.5 rata-rata sebesar 62 g/m³. Sumber polusi terbesar Mongolia ada pada pembakaran batu bara dan biomassa lainnya, seperti kayu atau sisa tanaman, dalam tungku. Hasilnya, peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan terjadi sebesar 270% selama sepuluh tahun terakhir.

4. Afghanistan

Afghanistan adalah negara paling tercemar dengan tingkat PM2.5 rata-rata 58,8 g/m³. Pada 2017, ada sekitar 26.000 orang kehilangan nyawa karena penyakit yang berhubungan dengan polusi udara sementara 3.483 orang kehilangan nyawa karena konflik perang. Angka tersebut menyatakan bahwa bahaya polusi udara lebih tinggi dibandingkan bahaya perang di Afghanistan.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Lalu, di negara ini juga terjadi pencemaran air. Sekitar 80% air minum di Afghanistan tercemar karena curah hujan yang rendah, penggunaan air tanah yang tidak teratur, dan infrastruktur yang tidak memadai di kota-kota. Masalah ini pun mengakibatkan masalah lain, yaitu meningkatnya kemungkinan kasus keracunan makanan karena kekurangan air minum.

5. India

Belakangan ini video-video kuliner pinggir jalan di India sedang ramai di perbincangkan lantaran cara pengolahannya yang cenderung tidak mementingkan kebersihan dan bisa dibilang proses penjualannya jorok. Di samping itu, ternyata India juga termasuk dalam negara paling tercemar dengan konsentrasi PM2.5 rata-rata 58,08. Hal ini membuat kondisi kesehatan di India memburuk.

Diketahui ada sekitar 600 pasien dengan keluhan penyakit pernapasan per bulannya. Adapun penyebabnya adalah polusi kendaraan, pembakaran kayu dan batu bata, badai debu, serta kebakaran hutan. Masyarakat India sudah tidak heran dengan adanya pembatalan penerbangan, menyebabkan kecelakaan lalu lintas, dan penutupan sekolah hanya karena buruknya polusi udara. (Litbang MPI - Stefani Ira Pratiwi)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini