JAKARTA - Sunan Gunung Jati merupakan salah satu wali yang menyebarkan Islam di nusantara. Syarif Hidayatullah merupakan nama asli dari Sunan Gunung Jati.
Ada sebuah kisah mengenaik karomah dari Sunan Gunung Jati. Bahkan, putri dari Kaisar Tiongkok, Tan Hong Tien Nio menjadi bukti dari keistimewaannya tersebut dan membuatnya jatuh cinta kepada Sunan Gunung Jati.
Hasilnya, dia berlayar ke Cirebon setelah jatuh cinta kepada Sunan Gunung Jati. Kisah cinta Ratu Laras Sumanding Nyi Ong Tien kepada Sunan Gunung Jati itu berawal saat Sunan Gunung Jati menyebarkan agama Islam pada 1540.
Selain menyiarkan Islam, Sunan Gunung Jati juga membuka pengobatan sehingga konon banyak rakyat China yang sakit disembuhkannya.
Sunan Gunung Jati itu pun semakin terkenal hingga Kaisar Hong Gie dari Dinasti Ming merasa terganggu karena orang asing lebih pandai dari rakyatnya. Lalu sang Kaisar mengundangnya ke istana.
Maka dipanggil Sunan Gunung Jati menghadap untuk diuji kemampuannya. Kaisar meminta agar putrinya Ong Tien seolah-olah hamil dengan meletakkan bokor kuningan di perutnya hingga mirip orang yang sedang mengandung.
Kemudian dia duduk berdampingan dengan saudarinya yang memang sedang hamil tiga bulan.
Sunan Gunung Jati yang juga bernama Syarif Hidayatullah itu diminta menebak mana yang benar-benar hamil. Lalu Syarif menunjuk Ong Tien, sang Kaisar tertawa karena menganggap tebakan itu keliru.
Merasa berhasil membuktikan bahwa Sunan tidak sepandai seperti yang dikatakan orang, lalu mengusirnya pulang ke tanah Jawa.
Namun kemudian ternyata diketahui bahwa Ong Tien memang hamil. Sang putri yang jatuh cinta kepada Sunan Gunung Jati tak kuasa untuk menahan rindu dan meminta izin untuk menyusul Sunan Gunung Jati yang kembali ke Cirebon.
Kaisar mengizinkan, dikawal ribuan prajurit untuk mengantar putrinya ke Tanah Jawa. Sunan Gunung Jati akhirnya menikahi sang putri. Sayang, umur pernikahan tak lama. Ong Tien meninggal pada usia yang masih sangat muda, 23 tahun. Dia juga dimakamkan di Kompleks Pemakaman Gunung Sembung.
Pasukan Putri Ong Tien tersebar sampai ke Kuningan dan Indramayu. Mereka juga menetap dan menikah dengan penduduk setempat.