Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tempat Wisata Viral di Tangerang Ditutup dan Dilaporkan ke Polisi, Ada Apa?

Isty Maulidya , Jurnalis-Selasa, 30 Agustus 2022 |16:23 WIB
Tempat Wisata Viral di Tangerang Ditutup dan Dilaporkan ke Polisi, Ada Apa?
Lokasi wisata viral ditutup/ Foto: Isty Maulidya
A
A
A

TANGERANG - Sebuah tempat wisata viral di wilayah Pakuhaji, Kabupaten Tangerang ditutup oleh pemerintah setempat dan berujung dilaporkan pada polisi. Tempat wisata tersebut sebelumnya diketahui ramai dikunjungi masyarakat karena menyajikan pengalaman piknik di tengah hamparan sawah.

Camat Pakuhaji, Asmawi mengatakan, bahwa penutupan tersebut sebenarnya terjadi pada bulan Maret lalu. Saat itu pihaknya bersama Trantib Pakuhaji memasang di pintu masuk karena pemilik tempat wisata tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Kita lihat ada izin apa enggak, pas lihat enggak ada izin tapi cuma ada buat bayar pajak, kalo di sana kawasannya perda 9/2020 rujukannya berdasarkan tata ruang wilayah. Kita periksa surat-suratnya enggak ada izinnya (IMB), akhirnya kita ambil tindakan," papar Asmawi Selasa (30/8/2022).

Adapun, Perda yang dimaksud tersebut menjelaskan tentang Perubahan Atas Perda Kabupaten Tangerang Nomor 13 Tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Tangerang. Tak hanya itu, tempat wisata yang bernama Padipadi itu juga dinilai sempat melanggar protokol kesehatan saat angka penularan Covid-19 di Kabupaten Tangerang tidak terbendung.

"Padipadi bukan cuma membangun, tapi itu tempat buat wisata, kalo Sabtu-Minggu penuh di sana, pas Covid-19 lagi tinggi-tingginya," jelas Asmawi.

Namun, portal yang dibuat oleh Trantib Pakuhaji itu sempat hilang di Padipadi yang membuat Trantib Kecamatan Pakuhaji terpaksa membuat laporan ke Polres Metro Tangerang Kota. Asnawi melanjutkan bahwa penutupan itu sebenarnya hanya berlaku sementara agar pengelola bisa melengkapi perizinan.

"Laporan ke Polres oleh Kasi Trantib saya, kesel juga sudah dikasih tahu jangan operasi sementara urus izinnya, ada teguran enggak digubris, akhirnya dipasang portal. Tak lama, portal itu malah dicabut," beber Asmawi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement