Share

Buntut Penusukan Aparat Desa, Kapolsek Nyalindung Kena Bacok saat Redam Amukan Massa

Dharmawan Hadi, iNews · Rabu 31 Agustus 2022 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 31 525 2658039 buntut-penusukan-aparat-desa-kapolsek-nyalindung-kena-bacok-saat-redam-amukan-massa-E6UkQqa9wP.jpg Massa geruduk rumah pelaku penusukan aparat desa (Foto: Dharmawan Hadi)

SUKABUMI - Kapolsek Nyalindung Polres Sukabumi, AKP Dandan Nugraha Gaos mengalami luka sabetan senjata tajam dari massa yang menyerang rumah terduga pelaku penusukan aparat desa. Kejadian tersebut terjadi saat menahan amukan massa yang sedang mengobrak-abrik isi rumah dan warung.

Suasana mencekam selama 30 menit terjadi di Kampung Cibangbara RT 02/01, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (30/8/2022) sekira pukul 13.00 WIB. Sekitar 25 orang dengan menenteng senjata tajam berjalan sambil teriak-teriak membuat warga ketakutan dan bersembunyi.

Aparat dari TNI dan Polri yang berada di lokasi mencoba menahan amukan massa yang semakin brutal. Mereka masuk ke dalam rumah dan warung milik orangtua terduga penusuk aparat desa tersebut, dan membabi buta merusak apa yang ada di dekatnya.

Pada momen tersebut, Kapolsek yang masuk ke dalam rumah untuk menahan amukan massa dengan menyuruh mundur massa yang sedang mengobrak-abrik isi rumah, tiba-tiba terkena sabetan senjata tajam milik salah satu pelaku perusakan. Akan tetapi, hal tersebut membuat massa mundur dan jajaran TNI dan Polri terus menekan massa menjauh dari rumah terduga pelaku penusukan.

"Kejadian tersebut terjadi di rumah terduga pelaku penusukan. Pelaku berjumlah sekitar 25 orang ini adalah keluarga dan simpatisan dari korban (penusukan), yakni saudara Warta (51)," ujar Dandan kepada MNC Portal Indonesia di lokasi kejadian, Rabu (31/8/2022).

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Massa yang datang tersebut, lanjut Dandan, berjumlah 25 orang yang semuanya membawa senjata tajam dan merusak rumah milik Iis (54), ibu dari terduga pelaku penusuk korban. Warga yang ketakutan akan penyerangan tersebut, tidak berani yang keluar rumah. Mereka berdiam diri di dalam rumah masing-masing.

"Tidak ada saksi pada saat kejadian, semua warga ketakutan untuk melihat atau keluar rumah, jadi semua yang ada di lokasi kejadian ada aparat dari TNI dan Polri. Alhamdulillah massa bisa ditekan mundur hingga kembali ke Kampung Cikajang, Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, yang merupakan tempat tinggal korban," jelas Dandan.

Dandan menambahkan, untuk situasi saat ini sudah kondusif. Bantuan pengamanan dari Polres berupa satu pleton Dalmas, kemudian dibantu 5 Polsek Rayon Tengah, kemudian 6 Polsek Rayon Utara.

"Alhamdulillah, TKP sudah bisa terkendali dan tadi juga saya sudah datang bersama Kapolsek Gegerbitung kepada tokoh masyarakat baik, dari Kampung Cikajang maupun dari Kampung Cibangbara. Jadi dipertemukan, bukan memusyawarahkan tindak pidananya tapi supaya tidak ada tindak pidana lanjutan," kata Dandan.

Dandan menegaskan, untuk tindak pidana perusakan ini akan diproses sesuai hukum yang berlaku, para pelaku sudah diidentifikasi oleh pihak kepolisian, jadi tinggal menunggu waktu untuk pengungkapan kasusnya. Saat ditanya kelanjutan kasus pembunuhan, Dandan menjawab bahwa kasusnya ditangani oleh Satreskrim Polres Sukabumi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini