Share

Fakta Baru Bullying Siswa SMP di Malang: Disulut Rokok hingga Dicekoki Miras

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 02 September 2022 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 02 519 2659759 fakta-baru-bullying-siswa-smp-di-malang-disulut-rokok-hingga-dicekoki-miras-GsjwuHNLgq.jpg Orangtua korban bullying di Malagn (Foto: Avirista M)

MALANG - Fakta baru terungkap dari dugaan kasus perundungan yang menimpa siswa SMP di Malang. Bocah berinisial ABS (12) warga Kendalsari, Lowokwaru, Kota Malang, ini ternyata juga disulut rokok dan dipaksa minum minuman keras (miras).

GP, ibu korban mengatakan, fakta itu terungkap setelah ia mencoba melakukan pendekatan persuasif kepada anaknya untuk dimintai keterangan. Dari sana ABS, mengaku selain di-bully hingga ditelanjangi, ia pernah dipalak Rp5.000 oleh keempatnya.

"Dipalak Rp5 ribu, untuk beli rokok, mabuk, anak saya sempat dicekoki minuman, kalau nggak mau minum dicos rokok," kata GP, saat ditemui wartawan di Klojen, Kota Malang, pada Jumat (2/9/2022).

BACA JUGA:Bully Teman, 4 Bocah di Malang Ditetapkan Tersangka 

Pengakuan ABS, ia beberapa kali disulut rokok, namun dari bekas yang ada di tangannya hanya ada satu bekas sulutan rokok, yang hingga kini disebut ibunya masih terlihat. Tetapi jumlahnya berapa kali, sesuai pengakuan anaknya GP tak tahu pasti.

"Yang kelihatan satu kali, tapi enggak tahu berapa kali. Kejadiannya seminggu sebelum kejadian yang di video itu. Di pos itu sampai telanjang kok, yang kedua di belakangnya Togamas, sampai yang di video ini," ucapnya.

BACA JUGA:Siswa SMP di Malang Dibully Temannya, Dipukul Bantal hingga Ditelanjangi 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Tak hanya itu, sang anak juga mengaku kepada GP bahwa ia kerap kali diancam setiap melaporkan tindakan perundungan yang dilakukan kepada ABS. Bahkan, hampir beberapa kali di setiap hari Kamis, ada ancaman yang didapat anaknya.

"Sering diancam, katanya kalau ngomong ke orangtuamu dan orangtuaku lihat saja, sering digitukan, setiap hari Kamis sering digitukan," ucapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Bayu Febrianto Prayoga mengungkapkan, pihaknya belum menyelidiki terkait dugaan pemerasan dan pemaksaan meminum miras yang disampaikan orangtua korban bullying.

"Untuk pemeriksaan kami masih fokus terhadap kejadian di dalam rumah. Dan berdasarkan video itu," tandas Bayu.

Sebelumnya diberitakan, aksi perundungan kembali terjadi di Kota Malang. Di mana, seorang anak laki-laki ia mendapat perlakuan perundungan dari teman-temannya.

Aksi perundungan ini terekam kamera dari ponsel yang diduga milik pelaku, dengan empat video yang beredar. Diduga peristiwa perundungan kepada anak berinisial ABS (12) ini berlangsung di rumah salah satu terduga pelaku.

Terlihat di video yang beredar, seorang anak laki-laki yang merupakan korban perundungan awalnya tengah tertidur di sebuah kursi di ruangan rumah. Namun, beberapa saat kemudian oleh sejumlah anak laki-laki lain yang diduga temannya dipukuli bantal hingga terbangun.

Terdengar suara 'ayo' yang diduga merupakan teman korban yang merekam aksi perundungan ini. Beberapa kali suara itu juga memprovokasi teman lainnya untuk terus memukuli korban dengan bantal.

Tak cukup sampai disitu, korban perundungan ini juga dilempari tepung hingga mukanya putih semua. Para temannya yang melakukan aksi perundungan tertawa puas, sedangkan korban terlihat memegangi kepalanya sambil melihat ke kaca dengan kondisi mukanya yang putih semua.

Selain itu, korban perundungan ini pun ditelanjangi oleh rekan-rekannya hingga hanya menggunakan celana dalam saja. Teman - temannya bahkan sengaja memegangi tangan korban, agar ia tak melawan. Sambil terus melakukan perundungan, suara tawa terdengar dari para pelaku yang diduga merupakan temannya.

Saat dalam keadaan telanjang inilah, kedua tangan korban dipegangi oleh rekannya sambil korban tertidur. Sedangkan teman lainnya memegangi kaki korban, hingga korban lemas dalam keadaan telanjang. Sontak saja korban yang terus menerima perundungan membuatnya menangis.

Ibu korban sendiri telah melaporkan tindak pidana ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota. Polisi sendiri telah menetapkan empat bocah sebagai tersangka dalam kasus bullying.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini