Share

5 Daftar Tokoh Paling Berpengaruh dalam Perang Dunia I

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Minggu 04 September 2022 06:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 03 18 2660203 5-daftar-tokoh-paling-berpengaruh-dalam-perang-dunia-i-jWD0wcZsWL.jpg Winston Churcill/Foto: wikipedia

PENEMBAKAN pewaris mahkota Austria-Hungaria, Archduke Franz Ferdinand, dan istrinya, Archduchess Sophie, menjadi pemicu terjadinya Perang Dunia I.

Peristiwa itu menyulut perang antara Austria-Hungaria dan Serbia yang menarik negara-negara Eropa lain untuk membentuk dua aliansi besar. Perang yang terjadi selama 4 tahun itu dimulai sejak 1914 hingga 1918. Konflik yang menyeret banyak negara tersebut membuat sejumlah tokoh hadir dan mempunyai andil penting dalam jalannya pertempuran. Berikut tokoh-tokoh paling berpengaruh dalam Perang Dunia I.

 (Baca juga: 5 Perang Besar yang Menelan Korban hingga Jutaan Jiwa)

1. Archduke Franz Ferdinand

Franz Ferdinand adalah putra tertua dari Archduke Charles Louis dan keponakan dari Kaisar Franz Joseph. Franz Ferdinand naik takhta setelah pewaris tahta sebelumnya, Archduke Rudolf, meninggal pada 1889. Pada 28 Juni 1914, Archduke Franz Ferdinand dan istrinya, Archduchess Sophie, ditembak dengan pistol browning oleh seorang Serbia bernama Gavrilo Princip. Ferdinand dan Sophie meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Setelah penembakan itu, terjadi kerusuhan anti-Serbia di seluruh Austria-Hongaria. Satu bulan setelahnya, Austria-Hongaria menyatakan perang kepada Serbia karena diduga menjadi dalang dari pembunuhan Ferdinand dan istrinya. Perang yang tak terbendung itulah yang menjadi awal dari sejarah Perang Dunia I.

2. Winston Churchill

Winston Churchill adalah seorang politikus, penulis, dan perdana menteri Inggris. Pria yang lahir pada 30 November 1874 ini, selain berperan penting dalam Perang Dunia II, telah lebih dulu memainkan perannya dalam Perang Dunia I. Saat Perang Dunia I, Churchill menjabat sebagai Kepala Angkatan Laut Kerajaan. Dia adalah orang yang memberi perintah untuk melakukan serangan ke Semenanjung Gallipoli di sisi utara Dardanelles. Sayangnya pertempuran Gallipoli berujung menjadi pembantaian dan dengan cepat berubah menjadi jalan buntu.

3. Jhon J. Pershing

John Joseph Pershing atau yang dikenal dengan julukan Black Jack adalah Jenderal Angkatan Darat Amerika yang memimpin Pasukan Ekspedisi Amerika di Eropa selama Perang Dunia I. Pada tahun 1917, Amerika menyatakan perang kepada Jerman dan menugaskan Pershing untuk memimpin pasukan Amerika yang dikirim ke Eropa. Kekalahan Sekutu pada Perang Dunia I membuat pihak Sekutu kekurangan tentara sehingga mereka meminta untuk melakukan penggabungan pasukan. Namun, Pershing menolak karena menurutnya integritas tentara Amerika harus dipertahankan.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

4. Nicholas II

Nikolay Aleksandrovich atau yang lebih dikenal dengan Nicholas II adalah Kaisar terakhir Kekaisaran Rusia. Saat Perang Dunia I meletus, Nicholas berusaha keras untuk mencegah perang dengan hubungan diplomatik dan menolak untuk melakukan mobilisasi umum. Pecahnya Perang Dunia I membuat jurang antara kerajaan dan publik semakin besar.

Sebenarnya, Nicholas tidak terlalu ikut campur dalam keputusan operasional. Nicholas dibuat tidak berdaya dengan situasi dan kerusuhan yang terjadi di negaranya. Ketidakberdayaan inilah yang membuat monarki perlahan runtuh dan diambil alih oleh pasukan Bolshevik. Revolusi Rusia menggulingkan Dinasti Romanov dan Nicholas II turun takhta pada 15 Maret 1917. Pada 17 Juli 1918, pasukan Bolshevik membunuh Nicholas beserta keluarganya.

5. Herbert Henry Asquith

Herbert Henry Asquith adalah Perdana Menteri Inggris dari tahun 1908 hingga 1916. Saat Jerman melakukan invasi ke Belgia, Inggris mendeklarasikan perang kepada Jerman pada 1914. Inggris bergabung dengan blok Sekutu bersama Prancis dan Rusia. Masa awal Perang Dunia I merupakan saat-saat paling sulit bagi Asquith. Asquith berusaha menahan Inggris untuk terlibat dalam perang.

Dalam urusan perang, Asquith menyerahkan hal itu pada para ahli militernya dan dia percaya bahwa kemenangan akan diraih oleh Front Barat. Gagalnya kampanye Gallipoli dan kerugian yang ditimbulkan akibat Pertempuran Somme membuat Asquith semakin terpojok. Pada bulan Desember 1916, dia mengundurkan diri dan digantikan oleh Lloyd George.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini