Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

6 Kepala Negara Ini Kabur saat Negaranya Mengalami Prahara dan Krisis

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Minggu, 04 September 2022 |05:01 WIB
6 Kepala Negara Ini Kabur saat Negaranya Mengalami Prahara dan Krisis
Gotabaya Rajapaksa/ Reuters
A
A
A

BEBERAPA pemimpin negara melarikan diri saat negaranya mengalami prahara. Hal itu dilakukan antara lain untuk menyelamatkan dirinya dari bahaya. Berikut deretan kepala negara yang kabur saat negaranya mengalami prahara.

(Baca juga: Gotabaya Rajapaksa Akhirnya Mundur sebagai Presiden Sri Lanka)

1. Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa melarikan diri ke Singapura setelah diprotes rakyatnya sendiri atas pemerintahannya pada Juli 2022. Di mata rakyat, pemerintahan Presiden Rajapaksa dan keluarganya melanggengkan krisis ekonomi Sri Lanka lebih dari 1 dekade hingga tidak membayar utang luar negeri sebesar Rp729 triliun.

Akibatnya, warga Sri Lanka harus mengalami krisis bahan pangan, krisis bahan bakar, dan pemadaman listrik harian yang berkepanjangan. Hal itu juga diperparah dengan habisnya obat-obatan di rumah sakit karena tidak boleh impor serta laju inflasi yang memicu krisis biaya hidup. Gotabaya Rajapaksa, yang memiliki kekebalan hukum sebagai presiden, kabur ke luar negeri sambil mengajukan mundur dari kursi jabatannya diduga agar tidak ditangkap pemerintahan baru Sri Lanka.

2. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani

Ashraf Ghani dikabarkan kabur pada 15 Agustus 2021 saat dirinya menjabat sebagai Presiden Afghanistan periode 2014-2021. Ghani melarikan diri dan mencari suaka ke Uni Emirat Arab setelah Taliban menguasai ibu kota di Kabul. Ghani mengatakan bahwa dirinya dipaksa tim keamanan untuk meninggalkan negara karena ada kemungkinan Taliban akan membunuhnya. Sebelumnya, Taliban melakukan tindakan kekerasan di Kabul pada warga. Rakyat Afghanistan pun berusaha mengungsi hingga memenuhi bandara setempat.

3. Presiden Filipina Ferdinand Marcos

Presiden Filipina Ferdinand Marcos yang menjabat sebagai presiden dari tahun 1965 hingga 1986 dikenal sebagai pemimpin yang suka korupsi, sering melakukan pemborosan, dan menggunakan kekerasan secara brutal. Marcos dan keluarga melarikan diri ke Hawaii pada tahun 1986 setelah disarankan Presiden AS Ronald Reagan lewat Senator Paul Laxalt. Tujuan Ferdinand Marcos melarikan diri adalah untuk menghindari bentrokan pasukan pendukung dan anti-Marcos di Manila lebih jauh, setelah Revolusi People Power pada 1986 yang menggulingkan Marcos dari kursi kepresidenan. Ia berada di Hawaii hingga mengembuskan napas terakhir pada 1989.

 

4. Presiden Ukraina Viktor Yanukovych

Pada 21 Februari 2014, Presiden Ukraina Viktor Yanukovych, yang memerintah sejak 2010 hingga 2014, kabur ke selatan Rusia. Hal itu dipicu karena adanya korban luka dan korban jiwa saat terjadi bentrok kekerasaan antara demonstran dan pasukan polisi khusus di Lapangan Kemerdekaan di Kyiv. Saat itu rakyat Ukraina berunjuk rasa menentang keputusan Yanukovych untuk menolak perjanjian asosiasi Uni Eropa. Yanukovych lebih memilih untuk mengejar bailout pinjaman Rusia serta hubungan yang lebih dekat lagi dengan Rusia. Ia juga segera mengeklaim sudah mencapai kesepakatan dengan pihak oposisi. Ia keluar dari Kyiv untuk menuju Kharkhiv. Di hari yang sama, Viktor Yanukovych mengatakan mobilnya ditembak saat meninggalkan Kyiv. Diketahui, Viktor Yanukovych kini menetap di Rusia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement