Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

'Pil Pahit' Soimah, Anaknya Santri Gontor Kembali dalam Kondisi Meninggal Diduga Korban Kekerasan

Dede Febriansyah , Jurnalis-Rabu, 07 September 2022 |06:06 WIB
'Pil Pahit' Soimah, Anaknya Santri Gontor Kembali dalam Kondisi Meninggal Diduga Korban Kekerasan
Ilustrasi kekerasan (Foto: Okezone)
A
A
A

PALEMBANGKisah sedih harus dialami Soimah, wali murid Albar Mahdi (15), seorang santri Pondok Modern Darussalam Gontor 1 Pusat Ponorogo. Alih-alih mendapati anaknya lulus membanggakan dari pondok pesantren, Soimah harus menelan ‘pil pahit’ karena anaknya kembali dalam kondisi meninggal.

Sang anak diduga menjadi korban tindakan kekerasan. Soimah pun mengadukan pilunya kehilangan anak pertamanya dari tiga bersaudara tersebut saat pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dating ke Palembang, Minggu (4/9/2022) kemarin.

Di hadapan Hotman Paris, tangisan Soimah pun sudah tidak terbendung lagi. Dengan air mata dan sesenggukan, dirinya sekuat mental menceritakan nasib anaknya yang tutup usia di Ponpes nomor 1 di Indonesia tersebut. Bahkan, aduan Soimah itu pun telah diunggah Hotman Paris di halaman media sosial miliknya.

Baca juga: Kemenag Berduka Atas Meninggalnya Santri di Ponpes Gontor

Soimah mengatakan, bahwa putra sulungnya tersebut merupakan siswa kelas 5i. Dirinya menerima kabar duka anaknya secara tiba-tiba dari pengasuh Gontor 1 yang menyebutkan bahwa anaknya sudah tak bernyawa, Senin (22/8/2022) pukul 10.20 WIB.

Baca juga: Kemenag Ponorogo Investigasi Tewasnya Santri di Ponpes Gontor 

Namun yang membuat kelurganya bertanya-tanya yakni tentang surat keterangan kematian yang menyatakan bahwa Albar meninggal pukul 06.45 WIB. "Ada apa? Rentang waktu itu menjadi pertanyaan keluarga kami," ujar Soimah, Senin (5/9/2022).

Mendapati kabar dari pengasuh ponpes, Soimah dan keluarga seakan tidak percaya dan syok. Saat itu, keluarga hanya berharap kedatangan jenazah Albar sampai di Palembang meskipun sudah terbujur kaku.

Jenazah Albar yang telah di dalam keranda dan sudah dibalut kain kafan diantar melalui jalur darat dan tiba di Palembang, Selasa (23/8/2022) siang. Jenazah diantar oleh pihak Gontor 1 yang diwakili Ustaz Agus. Namun Soimah mengaku tak mengenal perwakilan dari pihak Gontor tersebut.

Saat itu, Soimah merasa percaya dan menerima bila anaknya meninggal karena jatuh. Apalagi diketahui anaknya memang menjadi Ketua Perkajum. Namun, perasaan legowo itu sirna saat dirinya dan keluarga mengetahui kondisi jasad anaknya dengan membuka kain kafan.

Baca Selengkapnya: Kisah Pilu Santri Gontor Tewas Mengenaskan Akibat Kekerasan, Awalnya Dibilang Terjatuh

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement