Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pacaran Beberapa Minggu, Ini Momen Habibie dan Ainun Memutuskan Serius Menikah

Dhea Alvionita , Jurnalis-Kamis, 08 September 2022 |06:18 WIB
Pacaran Beberapa Minggu, Ini Momen Habibie dan Ainun Memutuskan Serius Menikah
BJ Habibie dan Ainun. (Foto: Dok Sindonews)
A
A
A

JAKARTA - Kisah cinta Habibie dan Ainun terjadi begitu cepat. Selama di Jakarta, mereka hampir tiap hari bertemu dan makan di tempat yang menurut selera mereka enak.

Waktu terus berlalu, hingga hubungan keduanya makin dekat dan mesra. Dalam setiap pertemuan dan perpisahan, pandangan mata mereka selalu mencerminkan kerinduan untuk pertemuan yang akan datang dan perasaan yang selalu menggetarkan hati.

Beberapa minggu setelah pertemuan pertama mereka, Habibie menjelaskan kepada Ainun bahwa akhir bulan Mei dia harus kembali ke Jerman karena cuti tiga bulannya akan berakhir.

BACA JUGA:Kisah Romantis Habibie-Ainun: Malam Takbiran Tahun 1962 Jadi Kenangan Manis Sepanjang Masa

“Apakah Ainun bersedia mendampingi dan bersama di rantau membangun keluarga sakinah, jauh dari pengaruh keluarga besar Habibie dan keluarga besar Besari?” kata Habibie seperti dikisahkan dalam buku Habibie & Ainun.

Kemudian, mereka beberapa kali berdiskusi terkait masa depan dan hingga memutuskan untuk menikah sebelum cuti tiga bulan Habibie berakhir.

Dikutip pada buku Habibie & Ainun, Keduanya menyanggupi bersama untuk menghadapi segala tantangan di manapun kami berada. Kami berkeyakinan bahwa cinta yang murni, suci, sejati, sempurna dan abadi kami, Allah SWT selalu akan mendampingi kami dalam perjalanan membangun keluarga sakinah. Kami sepakat untuk bersama-sama.

“Karena Ayah saya sudah meninggal pada tahun 1950, ketika beliau sedang memimpin shalat Isya di atas sajadah, tiba-tiba mendapat serangan jantung, tepatnya 12 tahun yang lalu. Saya harus nyekar ke makamnya di Makassar. Semuanya membutuhkan persiapan dengan prasarana, dana dan waktu yang terbatas,” ujar Habibie dalam buku Habibie & Ainun.

Dengan bermodalkan keyakinan untuk menikah, niat baik Habibie dan Ainun kemudian disambut dengan baik oleh kedua keluarga besar Besari dan Habibie. Kedua keluarga besar tersebut kemudian berbagi tugas. Keluarga Besari bertugas untuk mengurus segala persiapan dan pelaksanaan akad nikah secara adat dan budaya Jawa, yang akan dilaksanakan hari Sabtu tanggal 12 Mei 1962 di Rangga Malela. Sedangkan resepsi dengan adat dan budaya Gorontalo, akan dilaksanakan pada keesokan harinya tanggal 13 Mei 1962 di Hotel Preanger, diserahkan kepada keluarga Habibie.

Keduanya sepakat untuk melakukan pertunangan dalam waktu sesingkat-singkatnya, di rumah orang tua Ainun, di Jalan Rangga Malela. Pertunangan diumumkan melalui iklan beberapa surat kabar harian daerah dan nasional.

“Bertunangan, Dokter Hasri Ainun Besari dengan Dipl.-Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, April 1962 Bandung/Indonesia - Aachen/Jerman Barat," tulis undangan pertunangan.

(Widi Agustian)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement