Tahun demi tahun, tugas publik Ratu terus berlanjut. Setelah Perang Teluk pada 1991, ia pergi ke Amerika Serikat (AS) untuk menjadi raja Inggris pertama yang berpidato di sesi gabungan Kongres. Presiden George HW Bush mengatakan dia telah menjadi "teman kebebasan selama yang kita ingat".
Namun, setahun kemudian, serangkaian skandal dan bencana mulai mempengaruhi Keluarga Kerajaan.
Putra kedua Ratu, Duke of York, dan istrinya Sarah berpisah. Lalu pernikahan Putri Anne dengan Mark Phillips berakhir dengan perceraian. Kemudian Pangeran dan Putri Wales terungkap sangat tidak bahagia dan akhirnya berpisah.
Ketegangan semakin meningkat saat terjadi kebakaran besar di kediaman favorit Ratu, Kastil Windsor. Tampaknya itu adalah simbol yang cocok untuk rumah kerajaan yang sedang dalam masalah. Kemudian muncul poemik di publik mengenai apakah pembayar pajak, atau Ratu, harus membayar tagihan untuk perbaikan akibat kebakaran itu.
Sang Ratu menggambarkan tahun 1992 sebagai "annus horribilis". Dalam pidatonya di Kota London, dia tampaknya mengakui perlunya monarki yang lebih terbuka dengan imbalan media yang tidak terlalu bermusuhan.
"Tidak ada institusi, kota, monarki, apa pun, yang diharapkan bebas dari pengawasan mereka yang memberikan kesetiaan dan dukungan mereka, belum lagi mereka yang tidak. Tapi kita semua adalah bagian dari struktur yang sama dari masyarakat nasional kita. dan pengawasan itu bisa sama efektifnya jika dilakukan dengan kelembutan, humor yang baik, dan pengertian,” terangnya.
Institusi monarki dikenal sangat defensif. Namun kemudian Istana Buckingham dibuka untuk pengunjung guna mengumpulkan uang guna membayar perbaikan di Windsor dan diumumkan bahwa Ratu dan Pangeran Wales akan membayar pajak atas pendapatan investasi.
Di luar negeri, harapan untuk Persemakmuran, yang begitu tinggi di awal pemerintahannya, belum terpenuhi. Inggris telah meninggalkan mitra lamanya dengan pengaturan baru di Eropa.
Sang Ratu masih melihat nilai di Persemakmuran dan sangat bersyukur ketika Afrika Selatan, akhirnya menyingkirkan apartheid. Dia merayakannya dengan kunjungan pada Maret 1995.
Di rumahnya, Ratu berusaha mempertahankan martabat monarki sementara debat publik berlanjut tentang apakah kerajaan Inggris itu itu masih memiliki masa depan.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.