Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Silsilah Keturunan Nabi Muhammad SAW

Nadilla Syabriya , Jurnalis-Jum'at, 09 September 2022 |16:15 WIB
Silsilah Keturunan Nabi Muhammad SAW
Foto: Freepik
A
A
A

JAKARTA – Silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW menjadi hal penting untuk diketahui terutama bagi umat Islam. Ini menjadi salah satu bagian sejarah yang harus terus diingat agar menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW.

Nabi Muhammad SAW lahir pada TahunGgajah atau tepatnya 12 Rabiul Awwal 570 Masehi di Kota Makkah. Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muthalib dan ibunya bernama Aminah. Nabi menjadi yatim piatu saat usia enam tahun.

Semenjak menjadi yatim piatu, ia dibesarkan oleh kakeknya, Abdul Muthalib sampai berusia delapan tahun. Setelah itu, pamannya Abu Thalib lah yang mengurusnya hingga usia 40 tahun.

Sejak lahir, nasab atau keturunan Rasulullah SAW sudah masyhur. Beliau terlahir dari keluarga terpandang, yakni orang-orang yang bertanggung jawab menjaga Ka'bah serta memiliki nenek moyang yang dianggap sebagai nenek moyang seluruh bangsa Arab, yaitu Ismail bin Ibrahim.

Untuk itu silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW dibagi menjadi tiga kategori yaitu nasab dari Muhammad sampai Adnan, dari Adnan sampai Ibrahim, dan dari Ibrahim sampai Adam.

1. Dari Muhammad Sampai Adnan

Nasab yang bermula dari Muhammad SAW sampai Adnan ini merupakan nasab yang disepakati oleh seluruh sejarawan dan ahli nasab.

Dimulai dari Muhammad SAW bin Abdullah bin Abdul Muthtalib, bin Hasyim, bin Abdu Manaf, bin Qushai, bin Kilab, bin Murrah, bin Ka’ab bin, Luay bin Ghalib, bin Fihr, bin Malik, bin Nadl, bin Kinanah, bin Khuzaimah, bin Mudrikah, bin Ilyas, bin Mudlar, bin Nizar, bin Ma’ad, bin Adnan.

2. Dari Adnan sampai Ibrahim

Garis keturunan ini sebenarnya masih diperselisihkan dan sulit dikompromikan oleh para sejarawan serta ahli nasab. Hanya sebagian dari mereka yang memilih untuk tetap membahasnya. Namun, semuanya sepakat bahwa Adnan merupakan keturunan Ismail.

Dilanjutkan dari nasab di atas Adnan, yaitu Adnan bin Hanaisa’, bin Salaaman, bin Aus, bin Bauz, bin Qumwal, bin Ubay, bin Awwam, bin Nasyid, bin Haza, bin Baldas, bin Yadhaf, bin Thabikh, bin Jahim, bin Nahisy, bin Makhi, bin Aidh, bin Abqar, bin Ubaid, bin Da’a, bin Hamdan, bin Sinbar, bin Yastrib, bin Yahzan, bin Yalhan, bin Ar’awi, bin Aidh, bin Daisyan, bin Aishar, bin Aiham, bin Muqshir, bin Nahits, bin Zarih, bin Sumay, bin Muzay, bin Iwadhah, bin Iram, bin Qaidar, bin Ismail, bin Ibrahim.

3. Dari Ibrahim Sampai Adam

Bagian ketiga yaitu nasab Muhammad dari Ibrahim sampai Adam. Acuannya sebagian besar berasal dari Ahli Kitab. Informasi yang didapatkan salah satunya mengenai penjabaran umur masing-masing generasi. Namun, informasi tersebut belum bisa dipastikan kepastiannya.

Nasab di atas Ibrahim, yaitu Ibrahim bin Tarah (Azar), bin Nahur, bin Saru’ (atau Sarugh), bin Ra’u, bin Falakh, bin Aibar, bin Syalakh, bin Arfakhsyad, bin Sam, bin Nuh, bin Lamk, bin Matusyalakh, bin Akhnukh (Idris), bin Yard, bin Mahla’il, bin Qainan, bin Anusy, bin Syits, bin Adam.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa nama marga Arab keturunan Nabi Muhammad yang paling banyak penyebarannya, yaitu sebagai berikut:

1. Al-Hamid

Al-Hamid memiliki arti orang yang selalu memuji atau bersyukur. Kemungkinan, As-Syeikh Abu Bakar bin Salim memberikannya nama Al-Hamid dengan harapan agar beliau menjadi seseorang yang selalu memuji Allah dan mensyukuri segala nikmat-Nya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement