JAKARTA - Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman terkait program pendidikan, pelatihan, pencegahan dan penanggulangan terorisme serta radikalisme di Kantor BNPT di Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/9/2022).
(Baca juga: BNPT: Sejak 2002, Lebih dari 700 Korban Terorisme Dapat Kompensasi)
Sekretaris Utama BNPT Mayjen Dedi Sambowo mengatakan, terorisme merupakan kejahatan serius yang tidak hanya dapat mengancam keamanan nasional, namun juga mengancam eksistensi suatu negara.
“Maka dalam upaya penanggulangan tindak pidana terorisme, BNPT sebagai stakeholder utama penanggulangan terorisme di Indonesia tidak bisa berjalan sendiri,”ujar Dedi.
Oleh karena itu kata Dedi, perlu dilibatkan unsur lain termasuk termasuk pemuda sebagai generasi penerus dalam hal ini Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai wadah berhimpun organisasi kepemudaan.
Dedi juga mengapresiasi langkah Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Ryano Panjaitan yang bersinergi dengan BNPT dalam memberantas radikalisme di Tanah Air.
"Ketum Ryano tadi menyampaikan bahwa KNPI memiliki pengurus sampai pada tingkat kecamatan. ini potensi luar biasa yang nantinya bisa sinergi dengan jajaran BNPT di tiap tingkatan,"katanya.
Ketua Umum DPP KNPI M. Ryano Panjaitan mengatakan, KNPI dalam periode dirinya menjabat lebih akan fokus pada penguatan sumber daya ekonomi dan kemandirian sebagai pemuda untuk ikut memberikan solusi bagi bangsa indonesia dengan semboyan 'Aktivist Preneur' yang berusaha menggabungkan aktivisme yang berbasis moral, intelektualitas, advokasi dan jaringan, serta kekuatan kewirausahaan yang berbasis pada kemandirian, kreativitas, inovasi dan tujuan.
"Kerjasama berbentuk Pendidikan atau pelatihan dengan BNPT ini juga sebagai bagian dari mencapai tujuan itu bagi generasi muda,”ujarnya.
“Kami telah memulainya pada Rabu pekan lalu dengan menggelar acara dialog nasional kerja sama DPP KNPI Bidang Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme bersama DEMA UIN Syarif Hidayatullah serta BNPT,” tambahnya.
Dengan menggandeng BNPT, KNPI kata dia juga akan mengajak siswa, mahasiswa dan pemuda di berbagai tingkatan sebsgai bagian dari deteksi dini soal isu radikalisme, intoleransi, terorisme, moderasi beragama dan lain sebagainya.