Share

Biden: Pandemi Covid-19 di AS Telah Berakhir

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 20 September 2022 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 18 2671175 biden-pandemi-covid-19-di-as-telah-berakhir-LVuMW4QSuT.JPG Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Presiden Joe Biden telah menyatakan pandemi Covid-19 di Amerika Serikat (AS), bahkan ketika jumlah orang Amerika yang meninggal karena Covid terus meningkat. Biden mengatakan bahwa sementara "kami masih memiliki masalah", situasinya membaik dengan cepat.

Statistik menunjukkan bahwa rata-rata lebih dari 400 orang Amerika meninggal akibat virus corona setiap hari.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pekan lalu bahwa akhir pandemi sudah "di depan mata".

Dalam sebuah wawancara dengan program CBS 60 Minutes yang ditayangkan pada Minggu, (18/9/2022) Biden mengatakan bahwa AS masih melakukan "banyak pekerjaan" untuk mengendalikan virus tersebut.

Wawancara - ditayangkan selama akhir pekan - sebagian difilmkan di lantai Detroit Auto Show, di mana presiden menunjuk ke arah orang banyak.

BACA JUGA: Presiden AS Nyatakan Pandemi Covid-19 Berakhir, Jokowi : Tidak Usah Tergesa-gesa, Hati-Hati

"Kalau diperhatikan, tidak ada yang memakai masker," katanya sebagaimana dilansir BBC. "Semua orang tampaknya dalam kondisi yang cukup baik... Saya pikir itu berubah."

Tetapi pejabat pemerintah mengatakan kepada media AS pada Senin, (19/9/2022) bahwa komentar itu tidak menandakan perubahan kebijakan dan tidak ada rencana untuk mencabut darurat kesehatan masyarakat Covid-19 yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pada Agustus, pejabat AS memperpanjang keadaan darurat kesehatan masyarakat, yang telah berlaku sejak Januari 2020, hingga 13 Oktober.

Hingga saat ini, lebih dari satu juta orang Amerika telah meninggal karena penyakit virus corona.

Data dari Universitas Johns Hopkins menunjukkan bahwa rata-rata tujuh hari kematian saat ini mencapai lebih dari 400, dengan lebih dari 3.000 kematian dalam seminggu terakhir.

Pada Januari 2021, sebagai perbandingan, lebih dari 23.000 orang dilaporkan meninggal karena virus selama rentang satu minggu. Sekitar 65% dari total populasi AS dianggap telah divaksinasi lengkap.

Mandat vaksin federal tertentu tetap berlaku di AS - termasuk pada petugas kesehatan, personel militer, dan beberapa warga non-AS yang memasuki negara itu dengan pesawat terbang.

Politikus Partai Republik terkemuka mengkritik pernyataan presiden, dengan mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mencuit: "Biden sekarang mengatakan 'pandemi sudah berakhir' ketika dia menendang puluhan ribu tentara yang sehat keluar dari militer dengan mandat vaksin COVID-nya."

Pejabat kesehatan masyarakat telah menyatakan optimisme hati-hati dalam beberapa pekan terakhir bahwa dunia sedang menuju pemulihan pandemi, tetapi terus mendesak orang untuk berhati-hati.

Pada Senin, Dr Anthony Fauci, kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, mengakui situasinya telah membaik.

Namun dalam komentar yang dibuat di sebuah think tank Washington DC, dia mengatakan tingkat kematian harian tetap "sangat tinggi".

"Kami tidak berada di tempat yang kami butuhkan jika kami ingin 'hidup dengan virus'," kata Dr Fauci.

Dia juga mengingatkan bahwa varian baru Covid-19 masih bisa muncul, terutama di bulan-bulan musim dingin mendatang.

AS baru-baru ini mengesahkan vaksin baru yang cocok dengan versi varian Omicron yang saat ini dominan di negara itu, dengan pejabat kesehatan federal meminta orang Amerika untuk selalu memperbarui vaksin mereka.

Pekan lalu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa dunia "tidak pernah berada dalam posisi yang lebih baik untuk mengakhiri pandemi".

"Kami belum sampai di sana," katanya. "Tapi akhir sudah di depan mata."

Covid-19 juga terus berdampak signifikan terhadap ekonomi AS, dengan Biro Riset Ekonomi Nasional melaporkan pekan lalu bahwa penyakit terkait Covid telah memangkas tenaga kerja AS sekira 500.000 orang.

Biden mengatakan dia percaya bahwa pandemi memiliki dampak "mendalam" pada jiwa orang Amerika.

"Itu telah mengubah segalanya ... sikap orang tentang diri mereka sendiri, keluarga mereka, tentang negara bangsa, tentang keadaan komunitas mereka," katanya.

"Ini adalah masa yang sangat sulit. Sangat sulit."

Lebih dari 6,5 juta orang telah meninggal sejak awal pandemi di seluruh dunia. AS memiliki angka kematian tertinggi, diikuti oleh India dan Brasil.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini