Share

Paska Terkena Covid-19 Sebanyak 2 Kali, Biden Masih Batuk-Batuk saat Pidato

Susi Susanti, Okezone · Rabu 10 Agustus 2022 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 18 2645224 paska-terkena-covid-19-sebanyak-2-kali-biden-masih-batuk-batuk-saat-pidato-r6Qi8BaEal.jpg Presiden AS Joe Biden (Foto: Antara/Reuters)

WASHINGTON - Kantor pers Gedung Putih, pada Selasa (9/8/2022) mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden masih terus mengalami efek Covid-19 setelah hasil tesnya tetap negatif, setelah ia berkali-kali batuk saat berpidato di South Lawn, Gedung Putih.

Biden pada kesempatan itu berbicara di depan puluhan anggota Kongres, termasuk dari kalangan Partai Republik, serta para pemimpin perusahaan dan anggota Kabinet.

Dengan panas terik pada siang hari, Biden menyampaikan pidato sebelum menandatangani undang-undang senilai USD53 miliar (sekitar Rp788,61 triliun) untuk menopang industri semikonduktor AS.

 Baca juga: Alami Batuk-Batuk, Biden Masih Positif Covid-19

Ia beberapa kali terpaksa menghentikan pidatonya untuk membalikkan badan dan batuk --dengan ditutupi tangannya, atau minum air.

 Baca juga: Sudah Dinyatakan Sembuh, Biden Kembali Positif Covid-19

Situasi itu menarik perhatian para pendukung maupun kalangan yang mencelanya di media sosial.

Diketahui, Biden, 79, baru-baru ini terkena Covid-19 untuk kedua kalinya. Ia dikarantina selama lebih dari dua pekan di Gedung Putih sampai Minggu (7/8/2022).

"Hasil tes Covid Presiden kemarin dan pagi ini negatif," kata kantor pers Gedung Putih, tak lama setelah Biden selesai menyampaikan pidato, dikutip Antara.

Ashish Jha, Kordinator urusan Covid-19, kepada para wartawan pada Juli lalu mengatakan Biden pernah sakit asma.

Selain itu, Biden juga memiliki "penyakit saluran pernapasan reaktif", yang membuatnya rentan mengalami "sedikit bronkospasme" atau batuk.

Biden biasanya mengandalkan inhaler (obat hirup) albuterol untuk meredakan batuk serta inhaler untuk sakit flu.

"Apa yang sedang beliau alami sekarang adalah efek berkepanjangan Covid-19," kata juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre kepada para wartawan, Selasa (9/8/2022).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini