Setelah berhasil mengalahkan Tohjaya, yang kemudian menyingkir ke Katang Lumbang, Ranggawuni lantas naik tahta di Kerajaan Tumapel, dengan mengambil nama abhiseka Wisnuwardhana, sedangkan Mahisa Campaka dijadikan ratu angabhaya bergelar Narasinga.
Namun uraian Pararaton oleh Slamet Muljana pada bukunya disebut tak bisa dibenarkan, karena ternyata Nararya Tohjaya bukan raja di Tumapel, tetapi untuk memperebutkan kekuasaan di Kediri.
Prasasti Mula Malurung sama sekali tidak menyinggung adanya pemberontakan terhadap Nararya Tohjaya.
Pararaton menyebutkan bahwa Tohjaya mangkat pada tahun saka 1172 atau sekitar 1250 Masehi, dan dicandikan di Katang Lumbang.
Oleh karena penyatuan Kediri dan Tumapel berlangsung sepeninggal Nararya Tohjaya, maka peristiwa itu berlangsung sesudah tahun 1250.
(Natalia Bulan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.