Share

Presiden Korsel 'Ketahuan' Mengumpat Biden Usai Mengobrol, Tuai Kecaman Warganet

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 23 September 2022 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 18 2673662 presiden-korsel-ketahuan-mengumpat-biden-usai-mengobrol-tuai-kecaman-warganet-IvAzA1kYri.jpg Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol dan Presiden AS Joe Biden (Foto: AFP)

SEOULPresiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol ketahuan meremehkan dan mengumpat Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden usai keduanya mengobrol. Insiden ini pun terekam video dan kemudian viral di media sosial (medsos).

Yoon, seorang pemula politik yang mulai menjabat pada Mei lalu, berada di New York untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SU PBB). Keduanya mengobrol pada Rabu (21/9/2022) selama sesi foto di Global Fund ketika Biden saja menjanjikan dana bantuan sebesar USD6 miliar (Rp90 triliun).

"Bagaimana mungkin Biden tidak kehilangan muka jika bajingan ini tidak meloloskannya di Kongres?" ujar Yoon kepada ajudannya dalam sebuah rekaman yang kemudian viral di Korea Selatan.

Baca juga: Ancam Presiden Korsel, Kim Jong-un Sebut Militer Korsel Gangster

Komentar kasar Yoon tampaknya merujuk pada upaya Biden untuk meningkatkan pendanaan AS ke Global Fund, yang akan membutuhkan persetujuan kongres.

Baca juga: Yoon Suk-Yeol Terpilih Jadi Presiden Korea Selatan 

Seperti diketahui, AS adalah sekutu keamanan utama Korea Selatan, dengan Washington menempatkan sekitar 27.000 tentara di negara itu untuk membantu melawan Korea Utara yang bersenjata nuklir.

Sebuah video YouTube dari komentar Yoon ini pun sudah ditonton hingga lebih dari 2 juta hanya beberapa jam setelah diposting. Bahkan umpatan ‘bajingan’ atau "f***ers" menjadi topik trending nomor satu di Twitter di Korea Selatan pada Kamis (22/9/2022).

"Kata-kata dan tindakan presiden adalah martabat nasional negara," tulis seorang komentator YouTube.

Sementara itu, para pengkritik Yoon dengan cepat mengetahui dugaan kesalahan terbarunya.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

"Bahasa kotor Yoon yang menodai Kongres AS menyebabkan kecelakaan diplomatik besar", kata Park Hong-keun, pemimpin partai oposisi Partai Demokrat.

Kantor Yoon mengatakan kepada AFP bahwa tidak ada komentar atas insiden tersebut.

Di mata para pengamat, Yoon, mantan jaksa, dianggap telah membuat serangkaian kesalahan yang tidak disengaja selama bulan-bulan pertamanya di kantor, yang biasanya merupakan ‘periode bulan madu’ bagi presiden baru di Korea Selatan.

Pada satu titik, peringkat persetujuannya turun menjadi 24 persen, meskipun sejak itu naik menjadi 32 persen.

Pendahulunya, Moon Jae-in, menikmati peringkat persetujuan sekitar 70 persen pada tahap yang sama dalam masa jabatannya. Data jajak pendapat menunjukkan, dan Yoon mulai bekerja dengan 52 persen orang yang disurvei berpikir dia melakukan pekerjaan dengan baik.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah kantor Yoon dipaksa untuk mempertahankan keputusannya untuk tidak memberikan penghormatan kepada peti mati Ratu Elizabeth II yang disemayamkan karena alasan lalu lintas yang padat.

Pada Agustus lalu, dia juga dikritik karena tanggapan resmi yang dinilai kacau terhadap kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS Nancy Pelosi ke Korea Selatan, di mana dia mendarat setelah pemberhentian yang kontroversial di Taiwan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini