Share

Ancam Identitas Palestina, Puluhan Orang Tua dan Anak-Anak Protes Kurikulum Pendidikan Israel

Susi Susanti, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 18 2680267 ancam-identitas-palestina-puluhan-orang-tua-dan-anak-anak-protes-kurikulum-pendidikan-israel-4QElKNQ6AJ.jpg Warga Palestina menggelar protes kurikulum pendidikan Israel (Foto: Reuters)

PALESTINA - Puluhan orang tua Palestina dan anak-anak mereka menggelar aksi protes di Yerusalem baru-baru ini. Mereka menentang kurikulum pendidikan baru yang disusun Kementerian Pendidilan Israel yang menurut mereka mengancam identitas Palestina.

Protes yang digelar 1 Oktober lalu membawa misi yang sama dengan demonstrasi yang dilangsungkan pertengahan September lalu. Mereka menentang kurikulum baru yang disusun Kementerian Pendidikan Israel yang menurut mereka menghadirkan buku-buku teks yang menutupi fakta.

Baca juga:  Solusi Dua Negara Dinilai Mampu Redam Konflik Palestina-Israel, Indonesia Diminta Turun Tangan

Para demonstran menawarkan kurikulum sendiri – yang mereka sebut kurikulum Palestina – sebagai penggantinya, yang selama ini sebenarnya sudah diterapkan.

Baca juga:  Menlu RI: Kita Masih Berutang Atas Kemerdekaan Palestina

Um Yazan Ajlouni adalah salah seorang ibu yang berpartisipasi dalam aksi protes yang digelar di luar Sekolah Dasar Iman di lingkungan Beit Hanina. Ia menilai, kurikulum Israel mengacaukan sejarah Palestina.

“Mengapa? Karena kurikulum Palestina mewakili kami, mewakili warisan kami, agama, sejarah serta akidah Islam kami, di mana kami dibesarkan. Kami tidak mau menerima kurikulum lain yang mengubah semua itu. Kedua, distorsi sangat jelas untuk semuanya, jadi saya tidak ingin anak-anak saya mempelajari kurikulum Israel, saya hanya ingin mereka mempelajari kurikulum Palestina," katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Aksi protes ini mendapat sorotan media sosial. Sejumlah foto dan video yang diposkan online menunjukkan, para orang dan murid Palestina mengusung spanduk-spanduk dengan slogan-slogan seperti "Tolak Israelisasi Pendidikan."

Media-media sosial juga mengungkap bagian-bagian yang dihapus dari buku-buku teks yang termasuk dalam kurikulum Israel, mencakup penggalan puisi yang menyebut pos pemeriksaan Israel dalam sebuah buku berbahasa Arab; ilustrasi kunci -- simbol pengungsi Palestina -- dari buku matematika; dan sebuah paragraf tentang perjanjian yang memisahkan Timur Tengah dari buku geografi.

Ali Farrah, seorang mahasiswa Palestina, mengungkapkan, pentingnya aksi aksi protes yang mereka gelar.

“Kami menggelar protes karena kami berhak mendapatkan kurikulum Palestina. Israel mencoba memaksakan kurikulum yang menyimpang. Kurikulum Israel mengabaikan masalah pengungsi dan tahanan, itu juga upaya untuk mengubah identitas Arab kami, kami ingin kurikulum Palestina," ujarnya.

Israel mengatakan buku-buku teks Palestina berisi konten yang menghasut Israel dan pasukan keamanannya. Paa Juli lalu, Israel bahkan sempat mengancam akan mencabut lisensi Sekolah Dasar Iman dan lima sekolah lainnya jika tidak segera mengadopsi kurikulum Israel.

Menteri Pendidikan Israel Yifat Shasha-Biton menulis di Twitter bulan lalu bahwa sekolah-sekolah di sana "yang menggambarkan tentara Israel sebagai pembunuh dan mengagung-agungkan para teroris “harus segera memperbaiki konten buku-buku teks mereka" atau kehilangan lisensi mereka.

Seperti diketahui, Israel merebut Yerusalem Timur pada 1967 dan kemudian mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak diakui internasional. Orang-orang Palestina, yang merupakan 38% dari populasi di Yerusalem mengupayakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina pada masa depan yang akan mencakup Tepi Barat dan Gaza yang diduduki Israel.

Upaya berturut-turut sejak 1967 untuk memperkenalkan kurikulum Israel di sekolah-sekolah Yerusalem Timur dihalangi oleh para orang tua dan guru. Beberapa bagian dari kota itu bahkan secara terang-terangan mengadopsi kurikulum Palestina pada 1990-an.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini