Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nasib Remaja Putri Korban Tragedi Kanjuruhan, Ingatan Hilang Usai 3 Hari Tak Sadarkan Diri

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 12 Oktober 2022 |15:23 WIB
Nasib Remaja Putri Korban Tragedi Kanjuruhan, Ingatan Hilang Usai 3 Hari Tak Sadarkan Diri
Cahaya Nur Dewata masih belum mengingat sepenuhnya kejadian di Kanjuruhan (Foto: Okezone/Avirista)
A
A
A

KOTA MALANG - Cahayu Nur Dewata, masih tertunduk lemas pasca Tragedi Kanjuruhan Malang yang menimpanya. Ia menjadi satu dari ratusan korban luka di tragedi yang membuat 132 nyawa hilang di Stadion Kanjuruhan Malang.

Ditemui di kediamannya Jalan Pulau Galang Nomor 2, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Cahayu Nur tak bisa lagi mengingat pasti kejadian memilukan itu. Ingatannya masih hilang, dan belum kembali sepenuhnya, bahkan skor akhir Arema FC vs Persebaya Surabaya saja dan siapa yang menang ia tak ingat.

Ingatannya baru mulai kembali saat ditunjukkan foto-foto dan video. Ia pun baru kembali mengingat masa-masa kecilnya sejak Selasa kemarin, saat ibu kandungnya Nurul Laily Trilestari memperlihatkan dari foto-foto dirinya yang tersimpan.

"Ingatannya belum kembali, nggak ingat. Kemarin belum ingat, ingatnya waktu kecil-kecil waktu SD, TK, kejadian terakhir nggak ingat, yang terakhir belum ingat, baru ingat kemarin, terputus-putus tapi," kata Laily saat ditemui di rumahnya, pada Rabu siang (12/10/2022).

Dari pemeriksaan medis dijelaskan, Cahayu mengalami pendarahan di otak, diduga akibat terinjak-injak saat menonton pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya. Remaja berusia 16 tahun ini juga sempat dinyatakan koma tak sadarkan diri selama tiga hari dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kanjuruhan.

"Sempat koma tiga hari di RSUD Kanjuruhan, jadi waktu sehabis kejadian itu kakaknya pertama nyari di Stadion Kanjuruhan, terus ketemunya di RS Wava Husada, dari Wava Husada dibawa ke RSUD Kanjuruhan, disitu koma tiga hari," ungkapnya.

Saat ditanya apakah anaknya mengalami amnesia pasca tragedi itu, Laily tak tahu. Sebab belum ada penjelasan lebih lanjut dari dokter yang merawatnya. Sang anaknya baru kembali menjalani kontrol usai pulang dari rumah sakit pada Kamis besok di RS Hermina Kota Malang.

Selain hilang ingatan, Cahayu juga mengalami rasa sakit di tangan kanannya. Bahkan hingga kini tangan kanannya tak bisa untuk sekedar diangkat dan digerakkan.

"Nggak bilang, katanya baik-baik saja, tapi yang tangan kanan nggak bisa digerakkan. Saya terapikan bisa gerak sedikit, tapi belum bisa apa-apa sampai saat ini. Jalan juga susah, kemarin juga hampir jatuh mau jalan di rumah itu," terangnya.

Di sisi lain Cahayu Nur Dewata mengakui tak mengingat apapun mengenai pertandingan itu. Bahkan ia tak mengingat siapa pemenang laga Derby Jawa Timur itu. Dirinya hanya mengingat lontaran gas air mata yang mengarah ke tribun.

"Terakhir ingat lihat gas air mata, (pertandingan yang menang), nggak ingat Cuma ingat teman yang meninggal, berangkat lima orang, yang meninggal satu," kata Cahayu.

Kondisi matanya pun hingga kini masih buram dan penglihatannya tidak jelas. Matanya masih sangat merah 12 hari pasca Tragedi Kanjuruhan terjadi. Tapi ia mengingat kenapa matanya bisa merah dan kejadiannya pasca itu.

"Nggak tahu kenapa (matanya merah), nggak ingat sama sekali. Cuma ingat pingsan gara-gara gas air mata, sesak napas. Sekarang masih lemas, (mata) agak buram, kemarin agak membaik, agak ada sakit (di mata), (ingatan) agak samar-samar," pungkasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement