Namun, menurutnya, setelah tragedi Kanjuruhan terjadi tidak ada pihak yang mau mengaku bersalah. Padahal, faktanya sudah mulai terungkap terdapat pihak yang tetap memaksa pertandingan Arema vs Persebaya digelar pada malam hari.
"Jadi ini adalah sebuah realitas yang seharusnya membuka mata kita semua. Termasuk untuk pemangku sepak bola, pemilik klub sepak bola untuk lebih fair dalam menjalankan regulasi dan lebih fair dalam melihat apa yang dirasakan oleh suporter," tuturnya.
Sebagaimana diketahui, Panitia Pelaksana (Panpel) Arema dan Polres Malang sebelumnya sudah mengajukan ke PT LIB agar jadwal laga Arema FC vs Persebaya Surabaya digelar pada sore hari.
Tetapi pengajuan itu ditolak PT LIB selaku operator kompetisi karena adanya kontrak dengan broadcaster selaku pemilik hak siar untuk dilaksanakan pada malam hari.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.