Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dokter Pribadi Beberkan Sakit Komplikasi Lukas Enembe ke Dirdik KPK

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Senin, 17 Oktober 2022 |13:36 WIB
 Dokter Pribadi Beberkan Sakit Komplikasi Lukas Enembe ke Dirdik KPK
Dokter pribadi Lukas Enembe, Anton Mote saat di KPK (foto: MPI/Arie)
A
A
A

JAKARTA - Tim kuasa hukum serta dokter pribadi Gubernur Papua, Lukas Enembe (LE) mengklaim telah menemui Direktur Penyidikan (Dirdik) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Brigjen Asep Guntur Rahayu, hari ini. Pertemuan itu, diklaim dalam rangka membahas kondisi kesehatan Lukas Enembe.

"Kami bertemu penyidik KPK yang dipimpin langsung oleh Direktur Penyidikan KPK Bapak Asep Guntur. Dokter akan menjelaskan hasil pertemuan," kata Kuasa Hukum Lukas Enembe, Roy Rening di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022).

 BACA JUGA: Dokter Pribadi hingga Kuasa Hukum Lukas Enembe Kembali Datangi KPK

Sementara itu, Dokter Pribadi Lukas Enembe, Anton Mote menjelaskan bahwa pertemuan tersebut juga dihadiri oleh tim dokter dari KPK. Di mana, Anton mengaku telah membeberkan sejumlah penyakit yang diderita Lukas Enembe. Lukas disebut menderita komplikasi penyakit.

"Rekomendasinya hari ini secara independen saya dokter pribadi akan bertemu dengan IDI Pusat bersama dokter KPK untuk menyampaikan secara lengkap kondisi Pak Gubernur," kata Anton.

 BACA JUGA:Ragu Jemput Paksa Lukas Enembe, KPK Pertimbangkan Keselamatan Rakyat

"Hasil pemeriksaan, (penyakit) ginjal, hipertensi, diabetes, kolesterol. Kemudian ada struk. Kondisi sekarang masih dalam observasi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Anton juga berencana membicarakan soal pemeriksaan kesehatan Lukas Enembe dengan tim dokter dari KPK. Berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir, kata Anton, Lukas Enembe masih harus menjalani Magnetic Resonance Imaging (MRI).

"Dari hasil pemeriksaan kemarin, masih ada rekomendasi untuk melakukan pemeriksaan-pemwriksaan, seperti MRI. Sampai saat ini belum kita laksanakan karena kondisi massa dan keluarga yang memutuskan untuk belum boleh keluar dari rumah," terangnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement