Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Brigjen Hendra Kurniawan Diinfokan Brigadir J Sentuh Bagian Sensitif Istri Ferdy Sambo

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 19 Oktober 2022 |11:53 WIB
Brigjen Hendra Kurniawan Diinfokan Brigadir J Sentuh Bagian Sensitif Istri Ferdy Sambo
Brigjen Hendra Kurniawan/Tangkapan layar media sosial
A
A
A

JAKARTA - Mantan Karo Paminal Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan didakwa merintangi penyidikan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

"Dengan sengaja menghancurkan, merusak, membikin tak dapat dipakai, menghilangkan barang-barang yang digunakan untuk meyakinkan atau membuktikan sesuatu di muka penguasa yang berwenang," kata JPU sambil membacakan dakwaan di PN Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2022).

(Baca juga: Hendra Kurniawan Didakwa Merintangi Penyidikan Kasus Pembunuhan Brigadir J)

Jaksa juga menyebut Hendra Kurniawan diinfokan bahwa Brigadir Yosua melakukan pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Dalam dakwaannya, awalnya Hendra menanyakan pelecehan seksual yang dialami Putri kepada mantan Karo Provos Propam Polri Brigjen Benny Ali dan Kabag Gakkum Provos Propam Polri Kombes Susanto yang terlebih dahulu tiba di TKP penembakan Brigadir Yosua.

"Terdakwa Hendra Kurniawan bertanya kepada Benny Ali 'pelecehannya seperti apa'," ucap jaksa.

Benny lalu memberitahukan kepada Hendra pengkuan Putri bahwa dia mendapat pelecehan seksual dilakukan Brigadir J. Putri bercerita mulanya sedang beristirahat di kamar dengan memakai baju tidur bercelana pendek. Benny mengatakan Brigadir J kemudian memasuki kamar tempat Putri sedang beristirahat tersebut.

"Dan sedang meraba paha sampai mengenai kemaluan Putri Candrawathi, akan tetapi Putri Candrawathi terbangun dan kaget sambil berteriak," ujar jaksa.

Akibat teriakan itu, Brigadir Yosua secara spontan menodongkan senjata apinya dan mencekik leher Putri. Yosua juga disebut memaksa agar Putri membuka kancing bajunya.

"Lalu Putri Candrawathi berteriak histeris sehingga korban Nofriansyah Yosua Hutabarat 'panik dan keluar dari kamar', dan saat itu juga bertemu dengan Richard Eliezer Pudihang Lumiu sehingga terjadi tembak menembak," ucap jaksa.

Setelah mendengarkan cerita Benny, Hendra lalu melihat jenazah Brigadir J yang berada di bawah tangga rumah dinas Ferdy Sambo. Sekitar pukul 19.30 WIB, jenazah Brigadir J kemudian dibawa ambulans menuju Rumah Sakit Kramat Jati dengan pengawalan Kombes Susanto.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement