MALAYSIA - Malaysia akan menyelenggarakan Pemilihan Umum (GE15) ke-15 pada 19 November mendatang. Hari Nominasi akan jatuh pada 5 November, sedangkan pemungutan suara awal akan diadakan pada 15 November.
Seperti diketahui, pada 30 September lalu, dewan tertinggi Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) memutuskan bahwa parlemen harus segera dibubarkan agar GE15 dapat diadakan tahun ini.
Dikutip CNA, seruan UMNO untuk GE15 awal telah dikritik oleh oposisi dan anggota Kabinet Ismail Sabri sendiri karena Departemen Meteorologi Malaysia telah memperingatkan banjir selama musim monsun timur laut, yang biasanya dimulai pada bulan November dan berakhir pada Maret.
Awalnya pemilihan belum dijadwalkan sampai September 2023. Namun Ismail Sabri berada di bawah tekanan dari beberapa faksi dari koalisi yang berkuasa untuk mengadakan pemungutan suara lebih awal.
Baca juga: Pemilu Malaysia Digelar pada 19 November, Mahathir Mohamad Nyatakan Terbuka Jadi PM Lagi
Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi, yang menghadapi 47 dakwaan pidana pelanggaran kepercayaan, korupsi dan pencucian uang, sangat vokal dalam mendorong pemilihan cepat, seolah-olah untuk mencari mandat baru dari rakyat.
Sementara itu, menyusul pembubaran parlemen, Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah mengatakan dia tidak punya pilihan selain menyetujui pembubaran parlemen.
Dalam sebuah pernyataan pada 10 Oktober lalu, Pengawas Keuangan Rumah Tangga Kerajaan Istana Negara, Ahmad Fadil Syamsuddin, mengatakan bahwa penguasa kecewa dengan perkembangan politik saat ini di negara itu.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.